Minggu, 25 Januari 2015

Menjadi Orang Yang Arif

Sebagian orang masih tidak percaya bahwa setelah kita mati itu kita akan menjalani kehidupan akherat yang tidak pernah akan berakhir ujungnya. Perjalanannya begitu panjang, sementara kehidupan kita di dunia ini tidak lebih dari 70 tahun tahun. Walaupun penetapan umur itu adalah hak prerogratif Allah SWT semata. Karena ibarat daun yang kering tidak selamanya jatuh ketiup angin namun ada juga daun yang hijau jatuh dari rantingnya. Hanya saja dalam kehidupan kita sehari-hari yang kita alami ini proses masa penuaan dalam kwalitas kehidupan manusia itu di mulai antara 60 – 70 tahun.

Bagi mereka yang kini telah melebihi masa usia 70 tahun, mereka adalah orang-orang yang telah diberi bonus dalam kehidupannya di dunia. Sementara yang kita ketahui bahwa Nabi SAW yang menjadi anutan bagi kaum muslimin (termasuk kita) hanya berumur 63 tahun saja. Oleh karenanya banyak orang yang sering mengatakan “berbahagialah orang-orang yang yang diberi umur panjang yang melebihi umur Nabi SAW. Berarti ia telah diberi bonus oleh Allah SWT dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Semoga dengan umur yang panjang itu kita dapat meningkatkan kualitas IMTAQ kita, dan dapat meraih kebaikan setiap harinya dalam rangka investasi pahala”. Dan kitapun perlu arif janganlah kita lalai atau terlena dalam menggunakan umur kita ini, karena setiap orang akan diminta pertanggungjawabannya tentang umur yang dianugerahkan tersebut kepada kita. Allah SWT berfirman dalam surat Al Mu’minun ayat 114 "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”.

Kita terkadang suka melupakan peringatan Tuhan, sehingga kita terlalu egois, sombong dan pongah untuk mengumbar hawa nafsu kita dalam mengejar kepuasan kehidupan dunia. Terkadang dalam mencapai kedudukan, kekuasaan, kehormatan, dan meraih harta, kita sering melawan larangan yang Allah SWT telah gariskan. Dan terkadang pula, kita lupa, bahwa kematian itu akan merenggut nyawa kita setiap waktu sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An Nisaa ayat 78 yang berbunyi “Di mana saja kalian berada, kematian akan menjumpai kalian kendati kalian berada dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”.

Ajal atau Kematian merupakan suatu ketetapan yang telah Allah takdirkan, kapan waktunya, tidak bisa dimundurkan dan tidak bisa dimajukan. Masalah ajal ini persis seperti masalah mencari rezeki yang penuh rahasia. Kecuali mereka yang melakukan korupsi dan merekayasa pelaporan keuangan dengan cara menggerogoti anggaran keuangan Negara.

Bagi orang-orang yang selalu bersyukur atas limpahan rejeki Allah, dan selalu ingat Allah atas anugerah yang diterimanya, digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai orang-orang yang berperilaku mulia dan terpuji, apalagi mereka yang telah diberi umur panjang ia selalu berucap ”Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".

Kalau saja kita adalah orang-orang yang kuat imannya, kuat dalam mempertahankan keyakinan dan aqidah yang kita miliki, kuat dalam menegakkan kebenaran dan kejujuran, suka membaca ayat-ayat al Qur’an dan hadist, sekalipun kita mempunyai kedudukan yang tinggi dalam jabatan, mempunyai kesempatan untuk melakukan korupsi ditempat pekerjaan yang kita geluti, namun kita tidak melakukannya. Sekalipun kita cinta kepada anak dan isteri, cinta akan harta yang melimpah, atau cinta karena perempuan lain yang menjadi selingkuhannya. Walaupun oleh sebagian kolega kita akan dianggap sebagai orang yang bodoh dan tidak memanfaatkan kesempatan yang ada.

Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang takut akan kehidupan akherat. Karena Allah SWT telah menyatakan dalam surat An Najam ayat 40 “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” Kalau usahanya di dunia ini adalah kebaikan maka Allah SWT akan membalasnya dengan ganjaran pahala. Tetapi bila kita selama di dunia berbuat maksiat dan kejahatan, maka di akherat kelak kita akan menanggung dosa atas perbuatan yang pernah kita lakukan. Karena itu, takutlah atas azab Allah yang amat pedih.”Dan jika kamu sekalian bersyukur atas nikmat yang Aku berikan, maka niscaya akan Aku tambah nikmat-Ku untukmu. Dan jika kamu sekalian kufur atas nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku itu sangat pedih.

Semoga kita termasuk dalam kelompok orang-orang yang takut dalam memanfaatkan sesuatu yang bukan hak kita.

Walahu’alam bishawab

Kenapa Kita Berbuat

Hidup adalah sebuah kesempatan yang harus  di isi dengan banyak hal. Dalam kehidupan seharian yang waktunya tidak lebih dari 24 jam kita banyak mempunyai kesempatan untuk dapat berbuat yang bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain.

Berbuat yang bermanfaat bagi diri kita sendiri adalah kita sering melakukan muhasabah dan memohon ampun kepada yang memberi hidup (vertikal). Sedangkan apa saja yang kita perbuat untuk tidak mengecewakan orang lain, menyusahkan orang lain, atau membuat sengsara orang lain adalah perbuatan yang baik (horizontal) yang berpulang kepada diri kita berupa ganjaran pahala dari Allah SWT.
Alangkah sepinya hidup ini, alangkah ruginya hidup ini, manakala kita yang mempunyai kesempatan tapi hanya berdiam saja dan tidak melakukan sesuatu kebaikan untuk orang lain.

Terkadang kita terlalu egois untuk tidak menolong orang lain dalam kesulitan ketibang kita berbuat kebaikan. Karena orang yang akan kita tolong itu ternyata adalah musuh atau rival kita. Sehingga kita akan lebih senang membiarkan dan melihat lawan atau rival kita menderita dan susah.

Kamis, 22 Januari 2015

Aku Ditolong Kawan Tetanggaku

Setelah selesai mengeposkan surat di kantor pos Kreo akupun segera pulang. Aku berdiri dipinggir jalan menunggu angkot nomor 07 jurusan Pondok Aren yang lewat depan kompleks Deplu, namun angkot yang kutunggu-tunggu itu tidak kunjung datang. Padahal biasanya setiap 15 menit angkot merah nomor 07 itu lewat, tapi kali ini sudah lebih dari 15 menit belum juga muncul. Sementara itu, telah kuhitung lebih dari 10 angkot nomor 01 dan 09 telah berlalu dihadapanku. Sebenarnya kalau aku mau menggunakan angkot nomor 012 aku bisa saja, tapi aku harus berjalan dulu sekitar 500 meter ke ujung jalan masuk cipadu di pasar Kreo itu.

Tidak jauh dari tempatku berdiri, kurang lebih 10 meter, kulihat seorang ibu tua memakai pakaian jawa dengan membawa tas kain gendongan yang agak lusuh telah beberapa kali menyetop angkot nomor 01 yang akan ke arah Cileduk, namun ia tidak naik. Aku tidak sengaja menghitung angkot-angkot yang telah distopnya kiranya sudah lebih dari tujuh angkot, namun tidak satupun angkot yang mau mengangkut ibu dan anaknya itu. Sementara itu anak kecil yang seumuran cucuku itu mungkin berumur empat tahunan menangis dan memegang tangan ibunya erat-erat. Aku lihat setiap anaknya menangis dan menggoyang-goyangkan tangannya si ibu selalu menunjuk kearah angkot yang akan lewat didepannya. Itu angkotnya datang, begitulah kira-kira pikirku.

Beberapa orang yang bersamaan menunggu angkot ditempat si ibu itu, si ibu kerap mendekat dengan menyodorkan tangan kanannya pada orang-orang yang didekatinya. Rupanya si ibu itu sedang meminta bantuan dari orang-orang yang ada disekitarnya, namun tidak seorangpun yang mau memberi untuk menolongnya.

Aku yang sedari tadi memperhatikannya ada rasa kasihan terpanggil untuk pergi ketempat si ibu itu, dan menanyakannya kenapa ia tidak mau naik angkot yang sudah distop berhenti dan siap membawanya. Si ibu itu dengan terus terang mengatakan bahwa ia tidak punya uang untuk naik angkot. Ia hanya mohon kepada supir angkot yang ia stop bisa numpang bertiga sampai ke Cileduk. Dan ia berharap adalah orang-orang disekitarnya yang mau memberi bantuan untuk ongkos perjalanannya itu ke Cileduk.

Sopir-sopir angkot yang distopnya tadi semuanya menolak kalau tidak membayar tidak akan diangkutnya. Sementara itu, suaminya si ibu itu sedang duduk di bangku reyot dipinggir gerobak rokok karena sakit lambung. Katanya telah hampir empat hari ia sakit dan bisa bekerja mencari uang. Sedangkan anaknya lapar sejak kemarin belum makan. Aku bertanya pada si ibu “apa pekerjaan suami ibu? Kataku.

Si ibu menjawab “hanya pencari barang-barang bekas di sampahan seperti gelas aqua plastic, kertas-kertas koran dan atau kardus” katanya.
“Sudah dibawa ke Puskesmas untuk berobat” kataku lagi.
“Nggak punya uang pak. Jangankan untuk berobat. Untuk makan saja saya sulit. Saya minta-minta kerumah-rumah barangkali ada yang kasihan pada saya dan mau ngasih” katanya.
“Memang kamu tinggal dimana” kataku. “kan bisa minta surat pengantar dari pak RT untuk berobat ke Puskemas. Di Puskesmas nggak perlu bayar khok”. Kataku lagi.
“Saya bukan anggota bpjs pak. Saya sudah ke puskemas tapi ditolak”
“Tapi kamu punya KTP’kan” kataku bertanya lagi.
“Punya pak. Tapi sudah mati beberapa tahun yang lalu. Ktp saya dari desa Mauk pak. Sekarang saya mau pulang ke kampung. Barangkali bisa berobat disana. Cuma untuk pulang ke desa nggak punya uang” katanya.

Ibu itu berkata jujur dan terus terang. Bapak dan ibu itu beserta anaknya bermaksud mau pulang ke desanya di desa Mauk, Tangerang, untuk berobat di kampungnya, karena ditempat yang ia tinggali tidak bisa berobat. Aku bertanya dalam hatiku, Mungkinkah orang-orang miskin seperti ibu ini nggak bisa berobat di puskesmas ? Padahal pemerintah daerah bisa memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi orang-orang miskin seperti ibu ini. Memang sich setahuku, kalau mau berobat di rumah sakit di Tangerang apabila tidak punya uang minimal sebesar 350 ribu rupiah sepertinya tidak bisa berobat. Apalagi di klinik-klinik yang tersebar dipinggir jalan kalau tidak pegang uang tidak mungkin dapat pengobatan gratis. Masya Allah, betapa mahalnya sebuah kesehatan.

Aku tidak sengaja khok su’udzon sama pemerintah. Padahal dalam pasal 34 UUD 1945 ada pasal yang menyebutkan bahwa “Fakir Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara Negara Negara”. Sementara itu, waktu pak Jokowi naik jadi presiden RI pernah mengobral kartu sehat bagi masyarakat miskin tapi keluarga ibu ini khok tidak bisa terdaftar. Kasihan ya…orang-orang miskin yang tidak punya kartu bpjs tidak punya ktp untuk berobat ke puskesmas saja nggak bisa, apalagi ke rumah sakit besar.

Kembali pada si ibu, bapak dan anaknya yang mau pulang ke desa Mauk. “Aku khok shok jadi pahlawan. Padahal aku juga tidak punya uang. Sungguh tadi sewaktu aku berangkat ke kantor pos hanya membawa uang sebesar 25 ribu rupiah saja. 5 ribu untuk ongkos berangkat, dan 5 ribu lagi untuk ongkos pulang. Yang 8 ribu rupiah sudah kukeluarkan buat beli perangko. Dan sisa uangnya masih sebesar 7 ribu rupiah, rencananya mau aku belikan koran”. kataku dalam hati.

Aku jadi bingung sendiri, bagaimana caraku untuk menolong si bapak ibu ini pulang beserta anaknya yang nangis itu dan yang katanya belum makan dari kemarin sore. Kalau aku kasih uang 7 ribu ini kepada si bapak ibu untuk ongkos, apakah akan sampai ke desa Mauk?. Padahal perjalanan dari Kreo ke Mauk itu jauh dan harus naik angkot paling tidak 4 kali lagi dan disambung dengan ojeq untuk sampai ke desanya. Aku hitung-hitung mungkin si bapak Ibu ini memerlukan uang transport sebesar 30 ribu rupiah untuk sampai ke desanya, kecuali kalau ada supir angkot yang berbaik hati mau memberi tumpangan. Padahal yang aku tahu, hampir semua sopir-supir angkot selalu mengomel kalau penumpangnya membayar kurang. Kata-kata kasar kadang-kadang keluar begitu saja dari mulutnya sopir angkot yang apabila penumpang membayarnya kurang, walaupun hanya kurang sebesar lima ratus atau seribu rupiah.

“Tunggu sebentar ya bu” kataku. Kemudian aku menyeberang kembali ke arah kantor pos. Aku pergi ke Warteg di sebelah kantor pos yang biasa aku datangi kalau aku makan di Warteg itu. Aku sudah menjadi langganan makan disini karena hampir setiap ke kantor pos aku sengaja makan siang disini di Warteg ini. Aku pesan nasi bungkus untuk anaknya si ibu itu ala kadarnya sekedar untuk makan dari uang yang aku punya. Aku kembali lagi ketempat si ibu yang sedang menunggu dan kuberikan bungkusan nasi itu.

Sementara aku lagi berpikir keras untuk menolong si ibu ini, tiba-tiba ada seorang pemulung yang dengan gerobaknya lewat didepanku. Aku kenal dengan pemulung itu namanya pak Joni yang tinggal dipinggir tembok dibatas tanah upakara Deplu. Karena hampir setiap 2 atau 3 hari sekali Pak Joni ini lewat di depan rumahku dan kerap mencari barang-barang bekas yang aku buang. Biasanya aku masukan kedalam kantong plastic dan kugantungkan dipohon didepan rumahku seperti botol plastic bekas kecap-saus atau air aqua, koran-koran, atau kardus.

Aku berhentikan pak Joni dengan gerobaknya. Setelah aku ngobrol sebentar tentang kesulitan si bapak ibu itu, iapun mengeluarkan uang dari dompetnya yang lusuh sebesar 10 ribu rupiah yang langsung aku berikan pada si ibu itu. Oleh si ibu, uang 10 ribu rupiah itu dibelikannya obat promag di warung rokok buat si bapak dan sisanya dibelikan roti untuk suaminya. Aku bersyukur untuk sementara kebutuhan yang mendesak itu dapat diatasi.

Aku bilang “ibu tunggu disini ya bu nanti saya kembali lagi” sambil aku memanggil tukang ojek yang sedang ngetem di depan toko bangunan. Rencanaku aku mau pulang ke rumah untuk mengambil uang. Baru sampai di depan giant supermarket aku ketemu kawan tetanggaku yang di kompleks yang mau berangkat ke kantor. Aku berhenti disitu dan aku menyampaikan maksudku pada temanku ini bahwa aku butuh uang sebesar 50 ribu saja untuk menolong orang yang sakit. “Aku bilang, aku tidak membawa uang sewaktu aku ke kantor pos. Nanti aku ganti setelah aku sampai dirumah ya pada temanku” kataku.

Akupun kembali lagi dengan ojeq yang kutumpangi itu ketempat si ibu bapak yang sedang menungguku. Kemudian aku berikan uang yang aku pinjam dari temanku itu kepada si ibu bapak yang mau pulang ke Mauk.

 Aku bersyukur dapat menolong si ibu bapak dan anaknya naik angkot nomor 01 ke arah Cileduk. Semoga dalam perjalanan ada orang-orang yang mau berbuat baik kepada si ibu bapak itu. Semoga ia dapat berobat dikampungnya dan sehat kembali.

Selasa, 20 Januari 2015

Untukmu Sahabat


Bulan terang di atas kuburan sunyi
Pantai Penang indah berseri
Saya datang bersama isteri
Bekerja di Penang sambil mengabdi

Batu Feringgi di Teluk Bahang
Sungai Ara jauh dari Simpang Empat
Saya disini bukan semata mencari uang
Selain mengabdi juga mencari saudara, teman dan sahabat

Kawasan Juru bersebelahan dengan kawasan Parit
Pematang Pauh dekat Bukit Minyak
Teman seribu terlalu sedikit
Musuh satu terlalu banyak

Maka dengan ini saya nyatakan
Bahwa saya disini tidak mempunyai musuh
Sekalipun seseoran
Saya tidak pernah mendendam pada siapapun
Yang ada adalah lingkungan teman, saudara, sahabat dan sobat

Beli pisang di Bayan Baru
Kota Sintok lewat desa Yan
Selama di Penang berteman seribu
Hari esok tinggal kenangan

Buah manggis bukan buah duku
Buah kelapa di Abu Siti
Hati kami terasa menangis
Karena esok kami harus pergi
Tugasku habis sampai disini 

Bukan perpisahan yang kami sesali
Tapi pertemuanlah yang menjadi
Kami sekeluarga memohon maaf
Bila ada kesalahan yang pernah terjadi
Khususnya dalam pergaulan dan tugas sehari-hari
 
Untukmu sahabat yang tidak kusebut satu persatu
telah banyak membantuku dalam tugas
Dan juga kepada bapak ibu Home Staf, dan Teman-teman Local Staf
Serta WNI di Penang
Yang banyak membantu saya dalam tugas di bidang Eko-sosbud
dan kegiatan lainnya,
Saya mohon maaf,
Karena terlalu banyak kegiatan KJRI 
Yang selalu menyita tenaga teman-teman semua

Kepada Ibu-ibu Dharma Wanita
Yang juga banyak membantu saya
Saya ucapkan terima kasih
Saya/kami mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya 

Luka di kulit masih bisa di obati
Tapi luka dihati akan terbawa sampai mati
Sekali lagi saya dan istri tercinta Rosmarliati
Me-Mohon maaf lahir dan bathin.
Insya Allah kita dapat berjumpa lagi


Penang, 3 Januari 2010

 

 

 

 

Sabtu, 17 Januari 2015

Sebuah Pengharapan


Aku terbangun.. kala suara kokok ayam tetangga berbunyi …dan nun disana… di kejauhan sana.. kudengar suara kicauan burung-burung yang saling bersahutan…dan sesekali kudengar suara motor yang berlalu.. sungguh aku bersyukur…aku masih diberi hidup …aku dapat menghirup udara pagi yang segar ini….kulihat jam didinding ..waktu baru menunjukkan pukul empat sepuluh menit dini hari…

Tak lama.. kudengar suara azan berkumandang dari speaker masjid yang tak jauh dari rumahku…mengalunkan suara yang  begitu indah sekali …bagaikan suara seruling yang mengalun  di tengah sawah….… tapi sayang… sekarang ini aku tidak pernah lagi mendengar..suara orang yang mengalunkan tahrim subuh..seperti didesaku…mungkinkah ini sudah erosi…

Kulangkahkan kakiku menuju masjid…masya Allah…betapa indahnya pemandangan langit di ufuk timur sana..nampak guratan awan bertumpuk–tumpuk kemerahan di sela-sela warna putih kemilau yang bertebaran… subhanalah..indah sekali…semoga saja …hari ini cerah dan bahagia..

Waktupun berlalu…dan tak lama sinar  mentaripun muncul dengan malu-malu dibalik awan itu..bersyukurlah..  kita masih dapat menghirup udara pagi yang segar itu…dan kitapun masih dapat menyaksikan sinar mentari yang masuk dari celah-celah jendela di rumah kita…padahal semalam.. hujan itu begitu lebat sekali membasahi bumi desa jurangmangu…tiada henti… dan begitu besar sekali… layaknya air yang disemprotkan dari mesin air ke pepohonan di taman…namun pagi ini..masya Allah…begitu cerah sekali….

Berbahagialah teman2 dan sahabat yang hari ini dapat menikmati keindahan pagi yang cerah itu…berbahagialah teman2 dan sahabat yang saat ini dalam  keadaan sehat wal afiat… tiada kurang suatu apa...

Kulihat disana…diluar sana… nampak bunga rose warna merah sedang bercanda ria dengan kupu-kupu…dan dipojok sana ..bunga melatikupun sedang asik bercanda ria dengan kupu-kupu lainnya…ah sungguh bahagianya kupu-kupu itu… dia lari terbang dan menyentuh…akupun tersenyum…

Tetanggaku didepan rumah.. dan disisi sebelah rumah…menyapaku dengan say hi..mereka semua nampak akrab …sungguh Allah telah memberi kebahagiaan tersendiri…pada lingkungan yang serasi…inilah kehidupan bertetangga sejak kutinggal tigapuluh dua tahun yang lalu…. mereka semua telah kuanggap seperti keluargaku… karena…semua anak-anak dan cucu-cucuku lahir dan dibesarkan disini…

Aku suka lingkunganku sehat…sehat adalah kebahagiaan yang senantiasa harus kita syukuri...sehat adalah kehidupan yang selalu dicari orang…karena berapapun besarnya biaya yang dikeluarkan untuk mengobati sakit..orang akan mencari sehat..karena sehat adalah harapan bagi semua orang...

Semoga saja… hari ini tidak ada seorangpun saudara2ku… teman2 dan sahabatku yang sakit…dan tidak ada seorangpun yang mengalami kesusahan hidup… semoga yang sedang sakit hari ini Allah beri kesembuhan…dan yang sedang kesusahan hari ini diberi limpahan rejeki yang banyak…agar mereka semuanya dapat menikmati kebahagiaan… walaupun situasi dan kondisi ekonomi sekarang ini.. nampak masih kurang mendukung dan kondusif… sekalipun harga bbm telah diturunkan pemerintah…namun ternyata… semua harga-harga seperti tariff/ongkos angkot-bus umum- kereta api- tiket pesawat udara, dan khususnya SEMBAKO masih saja mahal dan tidak mau turun…bahkan harga gas elpiji pun diam2 turut melonjak ikut2an naik…

Semoga saja.. semua orang-orang yang pensiun masih dapat tersenyum… sehat dan tidak ada yang sakit…walaupun diantara mereka… ada juga yang mengeluh… khususnya para pensiunan janda, golongan satu dan dua… mereka hanya bisa mengeluh dengan keadaan ekonomi yang semakin berat ini…

Semogalah Allah memberikan kita umur panjang...agar kita dapat melihat perkembangan anak-anak dan cucu-cucu kita...

Semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan selalu mendapat limpahan rejeki…

Semoga kita tidak pernah lupa untuk selalu bersyukur dalam menjalankan kehidupan ini…dan dapat bersilaturakhmi dengan siapa saja tanpa ada perasaan iri hati, dengki, marah dan benci.

Semogalah Allah mengabulkan do’a kita bersama…aamiin….

 

Jurangmangu Timur, 17 Januari 2015

 

Sabtu, 03 Januari 2015

Mensyukuri Nikmat Allah


Yaa Allah
Engkau Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Engkau Maha Tunggal, 
Engkau Maha Besar,
Engkau Maha Kuasa Atas Segala Sesuatunya
Engkau  Maha Segala-Galanya
Tiada Sekutu Bagimu,
Tiada Sesuatu Yang Menyerupai Akan Engkau
Laesa Khamis Lihi Syai’un
Qul Hu Allahu Ahad Allahus Samad
Lam Yalid Walam Yulad
Walam Lakul Lahu Kufuwan Ahad

Yaa Allah
Engkau beri setiap orang rejeki
Engkau beri setiap orang kebahagiaan
Engkau beri setiap orang atas segala kebutuhannya
Sekalipun tidak diminta
Engkau beri aku rejeki, kesehatan dan kebagiaan
Engkau beri aku kekayaan yang tiada tara banyaknya
Baik kekayaan jasmani maupun rokani
Alhamdulillah hirabbil alamin

Yaa Allah
Aku bersyukur kepadamu yaa Allah
Atas nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku
Betapa banyaknya nikmat-nikmat yang Engkau berikan kepadaku
Tidak pernah dapat kuhitung
Betapa banyaknya nikmat-nikmat itu
Yang Engkau berikan kepadaku

Yaa Allah
Jadikanlah aku orang yang selalu bersyukur kepadaMU
Dalam setiap saat dan setiap detik

Yaa Allah
Aku orang yang hina,
Orang yang tidak memiliki apa-apa
Semua yang kumiliki ini
Adalah nikmat yang Engkau berikan kepadaku
Alhamdulilah hirabbil alamin

Yaa Allah
Jangan jadikan aku orang yang sombong
Orang yang suka iri dan dengki atas nikmat Engkau yang diberikan kepada orang lain
Jadikan aku orang yang selalu  mensyukuri nikmatMU
Jadikan aku orang selalu mengingatMU
Dalam segala hal dan waktu

Yaa Allah
Aku sama sekali tidak berdaya
Aku tidak memiliki apa-apa
Kecuali apa yang telah Engkau berikan
Dalam usahaku ini

Ampunilah aku yaa Allah
Atas dosa yang-dosa-dosa yang telah aku perbuat
Atas kekhilapan yang aku sengaja
Atau tidak sengaja aku perbuat
Kasihanilah aku yaa Allah
Kepada-MU-lah aku meminta,
Kepada-MU-lah aku berlindung
Tiada sekutu bagiMU yaa Allah

Alhamdulilah hirrabil alamin

 

 

Jumat, 28 November 2014

Aku Kasihan Anak Cucuku Kehujanan




Hujan di siang hari di waktu anak-anak pulang sekolah merupakan ceritera tersendiri bagi anak-anak yang berumur 10 – 12 tahunan. Termasuk cucu-cucuku yang pulang dengan baju kebasahan. Maklumlah dia pulang dengan menggunakan angkot dan ojeq, karena memang setiap hari menggunakan angkot dan ojeq.

Hujan bukanlah penghalang bagi anak-anak. Justru hujan ini merupakan moment yang ditunggu-tunggu untuk berhujanan ria dengan teman-temannya. Karena kapan lagi mereka dapat berhujan-hujanan dan berbasah-bahasan bersama dengan teman-temannya. Mereka sengaja kehujanan dan kebasahan bersama.

Hampir semua anak-anak yang pulang sekolah pada jam itu, yang tidak dijemput orang tuanya dengan kendaraan mobil dipastikan kehujanan dan kebasahan. Sebagai eyangnya aku kasihan, tapi mereka nampak senang dan gembira bisa menikmati kebasahan hujan bersama teman-temannya. Inilah kegembiraan yang tidak pernah akan mereka lupakan sampai ia dewasa kelak.

Bila sore/malam hari hujan aku berdo’a semoga anak-anakku tidak kehujanan dan kebasahan karena mereka baru saja keluar kantor untuk pulang dari pekerjaannya. Akupun kasihan banyak orang yang akhirnya pulangnya menjadi larut malam dan kelelahan. Perjalanannya terhambat karena jalan-jalan itu banjir dan tergenang air hujan. Boleh jadi banyak orang yang menggerutu dan menyalahkan pejabat tertentu karena sewaktu berkampanye berjanji akan mengatasi banjir dan kemacetan lalu lintas dijalan. Namun setelah mereka duduk di jabatan itu, semuanya itu adalah janji-janji gombal yang tidak atau belum pernah menjadi kenyataan. Mereka hanya mencari simpati agar ia dipilih untuk jabatan yang sangat menjanjikan.

Semogalah mereka menyadari bahwa janji-janji itu adalah hutang yang harus dibayar dan mestinya bisa dibuktikan setelah ia meraih kedudukan yang dikejarnya itu.

Janji adalah hutang, banyak janji adalah banyak hutang. Kalau kita berjanji maka hendaklah kita tepati. Allah SWT mengancam kepada hambanya yang suka berjanji tetapi tidak pernah ditepati sebagaimana firman Allah dalam surat As Shaf ayat 2 dan 3 “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”.
 

Senin, 27 Oktober 2014

Sebuah Penyesalan

Nama adalah sesuatu yang bermakna. Ia mempunyai arti yang mendalam bagi pemiliknya. Dan Ia  terlalu mahal harganya.

Orang akan rela mati demi sebuah nama. Seperti Shakepeare yang pernah mengungkapkan ‘apalah arti sebuah nama’.

Nama yang harum dan dikenal adalah idaman setiap orang. Apalagi sampai kita dikenal oleh direktur pimpinan kita. Kita pasti akan diangkat untuk menjadi stafnya. Apalagi kalau sampai dikenal sekjen, dirjen atau dikenal menteri. Pasti akan jadi konjen atau dubes.

Jabatan tinggi siap menanti. Dan kitapun akan hidup sukses. Isteri dan anak-anak kitapun akan ikut bahagia.

Tapi bila kita dikenal irjen. Hidup kita akan menjadi susah. Karir kita akan terhambat. Nama kitapun menjadi gunjingan orang. Beken dan cemerlang tapi dalam arti negatif. Semua orang akan mencibirkan kita. Mempergunjingkan perilaku kita. Dan mereka hanya tahu kita telah berbuat salah. Bila kita telah dipanggil irjen. Kitapun akan menjadi pesakitan. Sulit untuk kita bisa membela diri. Harapanpun akan hilang bagaikan bunga layu tak tersiram. Karena kita telah salah langkah. Dalam pekerjaan dan pengambilan keputusan.

Isteri dan anak-anak kita akan meratapi. Mungkin ia akan membenci kita atas pekerjaan yang kita buat. Padahal mereka sama sekali tidak terlibat.

Mungkin saja ini terjadi kita hanya menjadi korban fitnah dari teman, kawan, bawahan ataupun atasan kita yang tidak suka dengan keberhasilan kita. Irjenpun tidak pernah mau tahu Ia putuskan palu bagai kekuasaan Tuhan. Kita menjadi korban. Kalau peristiwanya sudah begini mana keadilan. Kita hanya pasrah dan berdo’a memohon keadilan TUHAN. Semoga Tuhan menunjukkan yang benar itu adalah benar.

Seperti kata Sultan Ali dari Siak. Dalam bait Gurindam dua belas.
Orang bernama hiasan dunia. Apalagi bila ia bijak. Orangpun akan mahsum padanya. Namun bila orang sudah tak bernama. Ia akan merasa hidup sendiri. Ia akan merasa asing di pergaulannya dan ia merasa malu di lingkungannya. Kini namanya tercoreng dan tak bernama lagi. Ia bingung dan bertanya : Benarkah aku bersalah? Adakah aku menjadi cacat nama ?

Yang ditanya tak menjawab. Ia membisu seribu basa. Ia hanya melihat, menatap, dalam kekosongan. Tapi tak mengerti. Iapun menangis. Menyesali dirinya. Mengapa aku jadi begini. Inikah takdirku?

Aku, mereka  dan juga kau sama-sama ingin hidup senang dan sukses. Kita memiliki perasaan yang sama. Kita ingin sukses dan kaya raya. Kita ingin punya uang banyak. Ingin punya deposito di bank mana saja. Ingin punya jabatan tinggi. Ingin punya isteri-isteri yang cantik selain isteri yang kita miliki saat ini. Dan kita ingin dunia ini menjadi milik kita. Karenanya kita harus punya uang banyak apapun yang kita lakukan sekalipun harus berbohong.

Aku ingin ternama. Aku ingin punya nama. Aku ingin orang-orang menghargai dan menghormatiku. Aku ingin mereka tahu. Aku ingin menjadi orang kaya dan bahagia.

Aku lupa membuat rekayasa laporan tentang anggaran. Sehingga aku berurusan dengan lembaga itjen. Dan hidupku menjadi susah. Dan karirkupun terputus. Aku menyesal karena aku telah menghancurkan masa depan anak-anakku dan harapan istriku. Inilah kesalahanku dalam bekerja dan mengambil keputusan dengan istilah ‘come what may’.

Aku lihat ada beberapa temanku yang melakukan perbuatan menyimpang. Mereka menyesal setelah dicopot status dan gelarnya. Bahkan ada yang sampai tidur dihotel prodea yang sempit.  Sekalipun mereka masih bisa tersenyum. Mereka menyesali perbuatannya yang menyebabkan keluarganya mendapat cibiran dari sekelilingnya.

Semogalah kita selalu bekerja dengan jujur. Apalagi dapat mengamalkan surat Al Anfal ayat 27 dan surat Al Muminun ayat 8 supaya kita tidak menyesal dibelakang hari.

 

 

 

 

Tidak Menyombongkan Amalan Kebaikan

Sesungguhnya syirik adalah termasuk dosa yang paling besar. Dosa yang meluluhlantakan amalan kebajikan seseorang. Dalam surat Al An’aam ayat 88 disebutkan “…  Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan". Bahkan Allah berjanji tidak akan mengampuninya selagi pelakunya belum bertaubat yang benar.

Orang-orang yang melakukan perbuatan syirik adalah orang yang menghambakan dirinya pada suatu kekuatan selain kepada Allah.
Ia percaya dan beranggapan bahwa ada benda-benda tertentu yang mempunyai kekuatan, sehingga orang menghambakan dirinya pada benda tersebut. Atau ada juga benda-benda yang dikatakan mempunyai kekuatan magis yang dipakainya sebagai asesories untuk memperindah kecantikan/ketampanan wajahnya, keseksian tubuhnya, membuat orang senang melihatnya, membuat orang tertarik atau simpati, membuat orang tunduk kepadanya, memberi kekuatan, meyakini atas kesehatan, dan menganggap berkah sebagai pembawa rejeki, serta membuat percaya dirinya atas penampilannya. Semua anggapan yang dinisbatkan pada benda-benda tersebut, maka itu termasuk dalam kategori syirik.

Dalam surat Lukman ayat 13 disebutkan “…janganlah kamu memper-sekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". Allah tidak akan mengampuni orang-orang yang berbuat syirik kepadaNya, jika ia meninggal dunia dalam kemusyrikannya.

Dalam surat An Nisaa ayat 48 disebutkan “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar".
Allah tidak memperkenankan para pelaku syirik itu untuk memasuki surgaNya, bahkan Allah mengancam untuk memasukkannya ke dalam neraka jahanam. Hal itu disebutkan dalam surat Al Maidah ayat 72 yang berbunyi “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan Surga kepadanya, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun”.

Syirik dalam pembagiannya ada 2 (dua) macam yaitu Syirik besar dan Syirik kecil.

Syirik besar bisa mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menjadikannya kekal di dalam Neraka,  jika ia meninggal dunia dan belum bertaubat daripada-NYA.

Syirik kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, tetapi ia mengurangi tauhid, dan syirik kecil merupakan wasilah (perantara) kepada syirik besar.
Dalam suatu majlis, Nabi SAW bersabda "Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil”. Mereka (para Shahabat) bertanya: "Apakah syirik kecil itu, ya Rasulullah?" Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Yaitu riya”.

Riya adalah suatu perbuatan atau sikap seseorang yang perilakunya ingin diketahui agar orang-orang lain bisa melihat apa yang dilakukannya.
Riya itu ada yang tampak dan ada pula yang tersembunyi. Riya yang tampak adalah semua kegiatan nyata yang dilakukan untuk amalan kebaikan dengan maksud mendapat pujian dan sanjungan dari manusia. Sedangkan riya yang tidak nampak adalah perasaan seseorang merasa dirinya lebih dari orang lain atau sombong.

Orang-orang alim menyebutkan yang termasuk dalam syirik kecil itu antara lain :

1. Riya dalam beribadah.
Yaitu melakukan ibadah kepada Allah, tetapi tidak dengan ikhlas. Ibadahnya dilakukan agar orang lain melihatnya dan mendapatkan pujian dari manusia.


2. Riya dalam perbuatan.
Yaitu melakukan perbuatan baik, namun suka ditonjol-tonjolkan amalan kebaikannya yang pernah dilakukannya agar orang lain mengetahui perbuatannya.


3. Riya dalam kebaikan.
Yaitu melakukan kebaikan, namun suka membangga-banggakan dirinya sebagai orang yang alim, orang yang suka dzikir, orang yang suka memberi nasehat, orang yang dermawan, orang yang suka menolong orangorang miskin atau orang yang meminta bantuannya, orang yang suka memberi makan pada pengemis, orang yang suka menyumbang masjid-membangun sekolah-membangun panti asuhan untuk anak-anak yatim/yatim piatu atau rumah jompo, dan orang yang suka menyebutkan “kalau bukan karena saya maka dia tidak akan menjadi apa-apa”. Atau orang yang suka menyebutkan dirinya “saya iklas khok dalam melakukan pekerjaan ini” tapi ia sebut keikhlasannya.


4. Riya dalam ilmu.
Yaitu melakukan pencerahan-ceramah atau dakwah, namun suka membangga-banggakan sebagai orang yang ahli, orang yang merasa dirinya sebagai ustadz-ustadzah-pendakwah-da’I, orang yang suka memberikan ilmunya kepada orang lain, dan menganggap orang lain tidak mengerti, atau sebagai orang yang paling pintar dan banyak ilmunya.


5. Riya dalam sikap dan perilaku.
Yaitu orang-orang yang mempertontonkan sikap dan perilakunya kepada orang lain, merasa dirinya lebih dari orang lain atau sombong- angkuh dan arogan, karena merasa jabatannya yang tinggi, karena merasa kekayaannya yang lebih dari orang lain, karena merasa yang paling tampan atau cantik, karena merasa yang paling hebat, karena merasa terhormat, karena merasa yang paling dekat dengan pimpinan sehingga timbul sikap angkuh dan arogan, serta suka memandang rendah orang lain


Rasulullah SAW  bersabda : “Tidak akan masuk kedalam syurga orang yang dihatinya ada kesombongan meskipun seberat biji sawi”.
Semoga Kita tidak termasuk sebagai pelaku syirik besar maupun syirik kecil.

Semoga semua kegiatan dan amalan kebaikan yang kita perbuat mendapat ridha Allah.

Wallahu a’lam bishawab

Referensi diambil dari berbagai sumber

Introspeksi Diri


Terkadang kita terlalu sombong, angkuh, arogan, tidak tahu malu, tidak tahu diri, merasa paling hebat, merasa tidak punya cacat, merasa terhormat, tinggi hati, dan merasa paling benar sendiri, apabila perilaku kita dikoreksi oleh seorang teman atau sahabat kita. Kita tidak pernah mau mengakui kesalahan yang kita perbuat terhadap orang lain atau kolega kita. Terlebih lagi kepada orang-orang yang berada dibawah kita atau orang-orang yang menjadi bawahan kita. Sikap dan tingkah laku kita itu seolah-olah benar adanya dan tidak pernah mengecewakan, menyakiti perasaan atau melukai hati orang lain. Padahal setiap hari tindak tanduk kita ini selalu mendapat perhatian dari sekeliling kita.

Karena memang kita merasa diatasnya, maka kita tidak pernah mau untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada orang-orang yang pernah kita sakiti perasaannya. Terkadang egoisme kitapun muncul dan suka menghardik, mencaci, dan memaki. Kemudian dengan pongahnya kita melempar uang puluhan ribu kepadanya dengan harapan ia dapat terbayar sakit hatinya.
Orang-orang seperti ini setiap harinya tidak pernah mengoreksi diri sendiri, tetapi ia selalu sibuk dengan urusan orang lain terutama orang-orang yang tidak ia sukai. Ia selalu berusaha mencari dan mengoreksi aib orang lain seolah-olah  dirinya bersih, jujur, dan menjadi orang yang saleh.

Dalam surat Al Hujarat ayat 12 disebutkan “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. Selanjutnya dalam surat Al Ahzab ayat 58 disebutkan bahwa “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, Maka Sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata”.

Agar kita menjadi orang yang selamat dalam kehidupan di dunia dan di akherat kelak, marilah kita selalu introspeksi diri kita. Kita bermuhasabah setiap waktu dan bertanya kepada diri kita sendiri, sudahkah kita jujur kepada diri sendiri, kepada isteri/suami, kepada teman/sahabat atau kepada orang lain. Janganlah kita suka mencari aib orang lain. Jangan suka membuka aib orang lain, apalagi aib istri atau suami kita sendiri kepada orang lain.

Diriwayatkan dari Anas, bahwa Rasululah bersabda “Berbahagialah orang yang sibuk dengan aibnya sendiri, sehingga tidak sempat memperhatikan aib orang lain” (HR Al Bazzar).

Semogalah kita menjadi orang yang tidak suka menyakiti hati orang lain dengan mencari-cari kekurangan diri atau aibnya. Tetapi jadikanlah sikap dan perilaku kita yang menyenangkan hati orang lain.

Minggu, 26 Oktober 2014

Harapan di Tahun 1436 Hijrah


Hari ini 1 Muharam 1436h adalah awal tahun baru hijrah :
o   Semoga kita semua diberi kesehatan sehingga kita semua dapat menjalankan tugas-tugas yang diembankan kepada kita.
o   Semoga kita semua sejahtera berlimpahnya rejeki Allah yang diberikan kepada kita sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

o   Semoga kita semua selalu sehat wal afiat sehingga kita dapat beraktivitas tanpa ada keluhan.

o   Semoga kita lebih meningkatkan IMTAQ kita kepada Allah sebagai bukti

penghambaan diri kita kepada yang maha pemberi hidup.

o   Semoga penghambaan diri kita kepada Allah semakin meningkat tiada waktu yang tertinggal.

o   Semoga pada tahun ini kita lebih bersemangat melaksanakan shalat dhuha dan tahajud dari tahun-tahun yang telah lalu.

o   Semoga yang puasanya masih bolong-bolong di tahun lalu ditahun ini mulai  dicoba untuk ditutupi.

o   Semoga orang-orang islam yang belum menjalani puasa ditahun lalu ditahun ini mulai menyadari tentang kewajibannya.

o   Semoga yang belum bisa membaca Qur’an ditahun ini mulai tergerak untuk belajar membaca Qur’an.

o   Semoga yang ditahun lalu pernah melakukan kesyirikan kepada Allah SWT ditahun ini sudah mulai bertobat.

o   Semoga kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang taat melaksanakan kewajiban sebagaimana yang diperintahnya.

o   Semoga kita dapat menjalan Sunnah Nabi SAW sebagaimana anjurannya.

o   Semoga kita semua menjauhi penyelenggaraan ritual yang tidak dianjurkan sesuai Sunnah Nabi SAW.

o   Semoga tahun ini bagi yang suka melaksanakan ritual bid’ah tidak lagi melaksanakan ritual bid’ah yang tidak jelas dalilnya.

o   Semoga tahun ini kita dapat bersedekah, berinfaq, dan memberi sumbangan lebih banyak lagi kepada lembaga-lembaga pendidikan, yayasan dhuafa, pengasuh anak-anak yatim/yatim piatu, dan orang-orang yang membutuhkannya.

o   Semoga mereka yang belum mendapatkan jodoh ditahun lalu segera mendapatkan jodohnya ditahun ini.

o   Semoga yang akan melakukan pernikahan Allah berikan rejeki yang

banyak sehingga rencananya dapat segera terealisasi.

o   Semoga yang masih menjadi janda/duda dapat segera menikah lagi agar tidak kesepian dalam menjalani hari-hari panjangnya sendirian.

o   Semoga yang belum memiliki rumah tinggal dapat segera membeli rumah yang menjadi idamannya.

 

o   Semoga yang belum punya mantu tahun ini segera mempunyai mantu.

o   Semoga yang belum punya momongan tahun ini segera diberi momongan.

o   Semoga yang belum belum punya cucu ditahun lalu segera mendapatkan

cucu.

o   Semoga yang masih sakit dan dirawat dirumah sakit dapat segera sembuh dan dapat berkumpul kembali dengan isteri/suami, anak-anak, keluarga dan sanak familinya.

o   Semoga tidak ada lagi orang-orang yang putus ada dalam menghadapi

kehidupan yang berat ini.

o   Semoga yang masih mencari pekerjaan segera mendapat pekerjaan yang didambakannya.

o   Semoga yang terkena PHK segera mendapat pekerjaannya kembali.

o   Semoga pegawai yang gajinya kecil pada tahun lalu ditahun ini ada kenaikan gaji sehingga dapat memenuhi untuk biaya kehidupan keluarganya.

o   Semoga para pedagang asongan, pedagang keliling dan yang mangkal dagangannya laris dan mempunyai banyak keuntungan.

o   Semoga yang belum disiplin dalam melaksanakan tugasnya menjadi pegawai yang disiplin dan penuh dedikasi.

o   Semoga semua pejabat yang duduk di lembaga-lembaga legislative, yudikatif, eksekutif, auditor, keuangan, dan penegak hukum bekerja sesuai dengan tugas dan profesinya.

o   Semoga anggota dpr yang sekarang ini tidak lagi seperti anak-anak tk tetapi sudah naik attitudenya menjadi anak-anak sekolah tingkat sd.

o   Semoga janji-janji anggota legislative waktu kampanye lalu benar-benar membawa aspirasi rakyat  yang mendukungnya.

o   Semoga janji-janji presiden yang diucapkan waktu kampanye menjadi kenyataan.

o   Semoga tahun ini hujan tidak menimbulkan bencana banjir.

o   Semoga tahun ini para pengendara kendaraan mulai sadar pentingnya berdisiplin dijalan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi kemacetan dijalan sehingga orang-orang tidak menjadi stress.

o   Semoga kita tidak menjadi orang asing dinegara sendiri.

o   Semoga tahun ini lebih baik lagi dari dari tahun yang telah lewat.

o   Semoga tahun ini semua unsur aparatur Negara lebih terfokus kepada pentingnya menjaga kewibawaan Negara dan terwujudnya NKRI.

o   Semoga tahun ini tidak adalagi tawuran kelompok masyarakat perkotaan atau pedesaan.

o   Semoga tahun ini anak-anak sekolah tidak lagi tawuran yang mengakibat kecelakaan dan korban jiwa.

o   Semoga tidak ada lagi mahasiswa yang melakukan demonstrasi secara destruktif dan merusak tempat-tempat bersejarah.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang ditolak untuk berobat dan menjadi terlantar dirumah sakit.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi peperangan antar suku atau etnis.

o   Semoga tahun ini tidak adalagi orang-orang yang menderita busung lapar.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang miskin yang menjadi pengemis di jalan-jalan protocol di perkotaan terutama di kota Jakarta.

o   Semoga tahun ini semua orang menjadi kaya, kaya akan harta dan kaya hati.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi yang menjadi pengemis.

o   Semoga tahun ini tidak lagi terjadi KDRT.

o   Semoga tahun ini semua pejabat tidak lagi mempunyai hobby korupsi.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi yang berprofesi sebagai maling, penjambret, gali, tukang kepruk, penodong dan pembunuh bayaran.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang yang suka membunuh dan melakukan muntilasi.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang  yang tidur bersama istri orang lain atau tetangganya.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang yang tidur diemperan toko atau dibawah jalan layang.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang tua yang menghamili anak kandungnya sediri.

o   Semoga tahun ini tidak ada istri/suami yang meninggalkan rumah hanya untuk menjadi tki/tkw di luar negeri.

o   Semoga tahun ini semua pejabat mulai dari pegawai kecil sampai pejabat tinggi tidak ada lagi yang korupsi.

o   Semoga tahun ini para kyai, dai, ustadz atau ustadzh tidak lagi membohongi umatnya dengan ceramah yang dibumbui dengan ceritera subhat dan menggunakan dalil-dalil palsu.

o   Semoga tahun ini aparatur penegak hukum dapat menjalankan tugasnya sesuai sop-nya.

o   Semoga tidak ada lagi hakim-hakim yang suka disuap.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi anak-anak sekolah yang lulus dengan cara menyontek.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi guru-guru yang memanfaatkan waktunya untuk mencari tambahan rejeki dengan memaksa murid-muridnya les privat kepadanya.

o   Semogaa tahun ini banyak orang-orang miskin yang menjadi kaya.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang yang susah, menderita, dan miskin sehingga kehidupan ini merata kesejahteraanya.

o   Semoga tahun ini tidak adalagi anak-anak yang tidak bersekolah karena mahalnya biaya pendidikan.

o   Semoga tahun ini banyak lowongan pekerjaan diperusahaan yang dapat diisi oleh para pencari kerja.

o   Semoga tahun ini tidak adalagi pengangguran baik didesa maupun diperkotaan.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang perempuan yang menjual syahwat dan kenikmatan.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang yang terlibat dengan barang-barang haram seperti narkoba, ektasy, dan miras.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang yang mabok dan mati karena minum miras oplosan.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi pemerasan dan  pemerkosaan hak yang dilakukan oleh oknum-oknum bayaran.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi preman-preman yang bergentayangan di kampung-kampung dan perumahan yang suka memalak orang yang lagi membangun rumah.

o   Semoga tahun ini banyak anak-anak muda yang tertarik pada agamanya dan mau mengaji untuk menambah pengetahuannya.

o   Semoga tahun ini banyak anak-anak perempuan islam yang sudah baligh memakai jibab.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi ibu-ibu rumah tangga kesepian yang suka mejeng di plaza-plaza atau di mall-mall untuk menjerat anak-anak muda yang bisa memuaskan dahaga sexnya.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang  tua yang menjadi hidung belang yang mencari anak-anak perempuan dibawah umur  atau ibu-ibu rumah tangga kesepian yang bisa memuaskan dahaga sexnya dengan bayaran karena uang.

o   Semoga tahun ini banyak orang-orang yang menyadari bahwa sex bebas itu adalah perbuatan yang melanggar agama yang dianutnya.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang yang menjadi stress karena tidak ditunjuk presiden menjadi menteri.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi pejabat yang bercita-cita untuk mendirikan Negara di NKRI.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang yang menjadi trouble maker atau provokator menghasut pecahnya NKRI.

o   Semoga tahun ini tidak ada orang yang sakit hati karena tidak terpilih untuk menjadi menteri.

o   Semoga tahun ini KPK lebih giat lagi untuk memburu para KORUPTOR yang sangat merugikan Negara RI.

o   Semoga tahun ini banyak hakim-hakim yang tidak silau dengan uang suap.

o   Semoga tahun ini banyak hakim-hakim dan penegak hukum yang menjalankan tugasnya dengan jujur dan sesuai dengan profesinya.

o   Semoga tahun ini Jakarta bebas dari asap knalpot dan ASAP ROKOK.

o   Semoga tahun ini ini Jakarta betul-betul aman, nyaman, tenteram dan bebas bebas dari orang-orang yang memiliki profesi sebagai pencopet, perampok, begal, pencuri, tukang-tukang gali dan preman-preman.

o   Semoga tahun ini Jakarta menjadi obyek dan tempat tujuan turis dunia yang bebas dari kemacetan, kebisingan, dan polusi udara yang beracun.

o   Semoga tahun ini masyarakat sadar untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

o   Semoga tahun ini tidak ada kenaikan harga bbm, listrik, gas elpiji, dan sembako.

o   Semoga tahun ini lebih sejahtera sehingga para penggali kubur tidak berdoa untuk kematian seseorang.

o   Semoga tahun ini lebih sejahtera sehingga tidak terlihat GEPENG yang mencari kehidupan dilampu-lampu merah, di pelataran mall/plaza dan restoran pinggir jalan.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi rumah-rumah kumuh dibawah fly over, di pinggir-pinggir kali, di pinggir jalan kereta api, dan dipinggir-pinggir tembok kompleks perumahan.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi pamong desa yang memanfaatkan kedudukannya untuk mempersulit pelayanan kepada masyarakatnya agar mendapat imbalan uang.

o   Semoga tahun ini banyak guru-guru yang lebih baik lagi mentalnya dan tidak merusak nilai-nilai susila muridnya.

o   Semoga tahun ini semua semua orang menyadari akan pentingnya toleransi dan saling menghormati.

o   Semoga tahun ini rumah-rumah sakit melayani pasiennya dengan baik dan tidak membedakan status.

o   Semoga tahun ini pelayan masyarakat lebih melayani kepentingan masyarakat ketibang harus mencari tipnya lebih dahulu NO TIP NO SERVICE.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi calo-calo yang mencari keuntungan di lembaga-lembaga tertentu.

o   Semoga tidak ada lagi orang-orang  yang merasa lebih hebat dari orang lain, lebih tinggi derajatnya dari orang lain, dan membuat kasta-kasta.

o   Semoga tahun ini penghormatan dan penghargaan kepada HAM lebih tranparansi  dan terbuka.

o   Semoga tahun ini Negara RI tidak lagi mengirimkan TKW untuk menjadi babu-babu dinegara orang.

o   Semoga tahun ini Negara RI tidak lagi mengirimkan TKI untuk menjadi pekerja-pekerja 3D dinegara orang.

o   Semoga tahun ini Negara RI mengirimkan TKI/TKW yang berpendidikan, terampil, professional dan dapat bersaing dengan pekerja-pekerja lainnya dari Negara pesaing di luar negeri.

o   Semoga tahun ini Negara RI menjadi Negara yang diakui sdmnya berkwalitas karena meratanya pendidikan 12 tahun bagi warganya.

o   Semoga tahun ini merupakan awal pemerintahan RI yang jujur, bersih, berkomitmen dan mempunyai integritas.

o   Semoga tahun ini semua warga dipedesaan telah dapat menikmati penerangan listrik.

o   Semoga tahun ini semua jalan-jalan Negara didaerah-daerah diperbaiki dan tidak banyak lagi yang berlobang dan rusak.

o   Semoga tahun ini masyarakat yang tinggal diperbatasan-perbatasan negara merasa diperhatikan dan dapat menikmati kesejahteraan sebagaimana yang lainnya.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi warga yang kekurangan sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi kelompok-kelompok organisasi yang ekstrim, radikal dan suka membuat keonaran.

o   Semoga tahun ini penyebaran pembangunan dapat diwujudkan sampai ke daerah-daerah sehingga pencari kerja tidak tumplek datang ke di Jakarta.

o   Semoga tahun ini Jakarta benar-benar menjadi kota majemuk dari berbagai suku dan etnis yang mempunyai toleransi tinggi.

o   Semoga mulai tahun ini Indonesia menjadi Negara yang cemerlang, gemilang dan terbilang.

 

o   HAPPY NEW YEAR 1 MUHARAM 1436H MAY ALLAH BLESS US ALL.