Rabu, 16 April 2014

Jangan Suka Memprovokasi

Kenapa orang suka mengkritik, menjelekan, mendiskreditkan dan memfitnah seseorang, apabila melihat orang lain berbuat kebaikan, sementara kita tidak dapat melakukan apa-apa. Padahal perbuatan kebaikan yang dilakukan seseorang itu sama sekali tidak merugikan kita, bahkan kegiatan itu dapat membuat orang lain ikut memperoleh keuntungan berupa amal kebajikan sebagai investasi pahala yang dikumpulkan untuk bekal dimasa datang buat kehidupan kita.

Karena itu, janganlah kita suka memprovokasi mengajak orang lain untuk membeci seseorang yang tidak kita sukai agar orang lain juga turut membencinya.

Janganlah kita suka meremehkan orang lain atas kemampuannya untuk berbuat kebaikan bagi kemaslahatan umum, sementara kita tidak mampu untuk melakukannya. Seharusnya kita mendukung, mensupportnya, dan memberikan apresiasi kepadanya.

Jika kita suka mengeritiknya dan kebencian yang kita perlihatkan, maka itulah salah satu ciri dari kemunafikan kita yang kita tonjolkan kepada orang lain.

 
 

Hari Ibu 22-12-2013

Ibu engkau telah lahirkan aku...
Dulu aku hanyalah seorang baby yang tidak tahu apa-apa
Dan hidupku sangatlah tergantung atas belas kasih sayangmu..
Dulu aku tidak mengerti apa-apa tentang arti hidup ini...

Tapi kini aku telah dewasa..
Aku telah beranak cucu...
Sayang engkau tidak melihat
Betapa anak dan cucumu yang engkau tinggalkan
Telah menjadi anak-anak yang manis dan cerdas..
Cucu-cucumu semua telah keluar dari perguruan tinggi
Dengan gelar yang sesuai dengan pilihannya ...
Aku tidak dapat membalas jasa dan budimu Ibu...

Pada hari Ibu hari ini
Aku hanya dapat mengucapkan Selamat Hari Ibu ..
Hanya do'a saja yang hanya dapat aku panjatkan kepadamu....

 

Doa di Tanggal 1 Maret 2014


Alhamdulillah....hari ini adalah tanggal 1 Maret 2014...sama halnya dengan tanggal-tanggal lainnnya di bulan-bulan lainnya...hanya saja diantara  tanggal-tanggal itu...mungkin saja pada tanggal tersebut kebetulan  terjadi peristiwa yang paling istimewa bagi kehidupan seseorang sehingga hari dan tanggal tersebut memberi kesan yang berbeda, dan diperingati, atau diingat selalu sebagai suatu peristiwa istimewa dalam kehidupannya....

semoga saja...orang-orang yang mempunyai kebahagiaan pada hari / tanggal  ini..Allah SWT memberikan kebahagiaan...kesehatan...kesuksesan...dan kelimpahan rejeki yang banyak... dalam upaya mengarungi perjalanan kehidupannya di hari-hari panjang yang tidak menentu sampai akhir hayatnya...

semoga saja...orang-orang yang saat ini menderita sakit, yang dirawat dirumah sakit, yang masih tergeletak dirumah dan belum dibawa ke rumah sakit, serta yang masih dalam perjalanan menuju kerumah sakit...Allah SWT mencabut sakitnya dari tubuhnya... sehingga ia sembuh kembali seperti awalnya... dan dapat berkumpul kembali bersama sanak family dan saudaranya...dan dapat menjalankan tugas dan kewajibanya...dan juga untuk mencari rejeki untuk penghidupannya....

semoga saja…orang-orang yang saat ini terkena musibah kebanjiran, yang terkena erupsi gunung meletus, yang terkena musibah gempa bumi, yang masih dalam pengungsian…kiranya  diberi kesabaran dan ketabahan iman…karena kita sama sekali tidak tahu rahasia Allah SWT kepada kita dibalik semua musibah itu….

semoga saja….orang-orang yang terkena musibah kematian keluarga (suami / isteri / anak kandung /saudara / family / orang tua dan atau mertua)… kiranya  diberi kesabaran dan ketabahan iman dalam menghadapi musibah ini…kita do’akan semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya ditempat yang terpuji…..

semoga saja…orang-orang yang suka korupsi, yang suka mencuri hak orang lain, yang suka merekayasa laporan keuangan Negara, yang suka memberi laporan palsu, yang suka berbuat curang, yang suka munafik, dan yang suka berbohong….kiranya Allah SWT memberikan hidayat dan menyadarkan mereka sehingga mereka bisa bertobat mumpung masih diberi waktu dan mengembalikan uang korupsinya itu kepada Negara…

aamin…aamiin ya rabbal alamin…

Aku Anak Tukang Sapu

Dulu aku tidak tahu
Aku ini berada dimana
Aku sama sekali tidak ingat
Aku sama sekali tidak tahu
Aku ini siapa ?

Aku sama sekali tidak tahu
Siapa yang akan menjadi bapaku
Dan akupun sama sekali tidak tahu
Siapa yang akan menjadi ibuku
Semua serba tidak aku tahu
Semua serba rahasia
 
Apakah bapakku seorang jenderal
Seorang pejabat
Seorang pengusaha
Seorang pegawai negeri sipil
Seorang petani  miskin
Ataukah sampah masyarakat
Aku juga tidak tahu

Apakah ibuku seorang anak direktur
Seorang anak pamong desa
Seorang guru
Seorang tukang cuci piring
Ataukah seorang prostitusi
Akupun juga tidak tahu

Kini aku ada
Aku terlahir dari orang tua yang keduanya  anak desa
Berpendidikan rendah dan tidak mempunyai harta
Hidupku miskin dan selalu sengsara

Aku tidak pernah bahagia seperti kawan-kawanku
Yang papanya kaya dan memiliki harta

Rumahku dipinggir kali dan kalau hujan besar selalu banjir
Aku hidup dengan teman-teman anaknya tukang beca
Anaknya tukang air atau tukang jahit
Bahkan aku juga punya teman anaknya seorang pemulung
Aku tidak merasa malu hidup bersama mereka
Karena akupun anak tukang sapu
Aku benci dengan hidup miskin
Karena aku tidak pernah bisa bahagia
Seperti halnya teman-temanku
Kalau sekolah aku tidak punya tas atau sepatu
Ditempat yang baru aku merasa ada perubahan hidup
Bapak ibuku menempati rumah dinas dari Deplu
Aku merasa hidupku lebih baik dari sebelumnya
Walau sekolahkupun hanya beralaskan sandal jepit

Sekolah Tk-ku berlalu dan sekolah sd-kupun berlalu
Aku bisa lulus dari SMP tapi aku tidak bisa meneruskan ke SMA
Seperti teman-temanku dan aku mandek disini

Masa mudakupun tak pernah bahagia
Aku terbatas pada keadaanku karena bapakku hanya pegawai kecil
Ibuku berjualan gado-gado dan rujak
Sementara aku menjadi tukang bangunan
Ngaduk semen dan pasir
Aku tidak merasa malu dengan teman-temanku
Walau aku berstatus tukang ngaduk semen
Aku masih punya cita-cita untuk melanjutkan sekolah
Walaupun aku harus bersusah-susah
Dan akhirnya akupun lulus setingkat SMA
Dengan kelas KPAA
Inilah awal perjalanan karirku

 

 

 

Jangan Malu dengan Profesimu

Apapun profesimu saat ini janganlah engkau pernah merasa malu. Setiap orang akan berusaha untuk mencari status agar mempunyai jati diri.

Bagi mereka yang belum mempunyai status tentunya akan berusaha dengan sekuat tenaganya meraih sebuah profesi yang akan digelutinya sebagai jalan untuk mencapai masa depan. Karena setiap orang itu pada umumnya tidak ingin menjadi pengangguran yang tidak mempunyai masa depan. Apalagi bagi mereka orang-orang muda yang akan membangun rumah tangga bahagia janganlah sampai menjadikan beban bagi orangtuanya. Kita harus belajar dan harus berani untuk berdiri di kaki kita sendiri.

Bagi orang-orang yang kini telah selesai masa pengabdiannya pada suatu lembaga atau instansi pemerintah, dan kini penyandang gelar pensiunan, maka menjadi pengangguran ini bukanlah mereka yang terpinggirkan. Tetapi pengangguran yang mempunyai manfaat untuk membina generasi berikutnya dan sebagai sarana ibadah dalam mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Pencipta.
Untuk mengisi hari-hari panjang yang tidak berketentuan itu dengan penghambaan diri kepada Yang Maha Pencipta, Insya Allah hidup kita pasti akan bermakna dalam meraih kehidupan masa depan kita yang tiada pernah akan berakhir. Usaha itu adalah dengan melaksanakan dengan ikhlas perintah-perintah Allah SWT, dan menjauhi segala larangannya sesuai yang diajarkan Rasululah SAW kepada kita.

Pak Irsan Yang Saya Kenal

Alhamdulillah....teman-teman dan sahabat….kita masih diberi kesehatan...diberi umur panjang…. sehingga silaturakhmi kita tetap terjalin walaupun kita….dipisahkan dengan tempat, ruang dan waktu.

Rasanya…sedikit sekali orang-orang yang baik yang kita  kenal tetap membekas dihati kita...yang banyak adalah melupakannya. Tetapi kita akan selalu mengenang kepada orang-orang yang pernah  membuat kita  kecewa, jengkel atau yang semisalnya..

Pak Irsan yang saya kenal, ia orang baik dan saya pernah menjadi anak buah beliau sewaktu saya masih di Bidang Politik Luar Negeri (Bidupol) Itjen bersama pak Bambang Indro Yuwono. Waktu itu saya masih jadi tukang ketik (anak bawang) dan beliau sudah menjadi kepala bagian (kabag).

Pak Irsan setelah pulang dari penugasan di Los Angeles, beliau kemudian menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (sekjen) Deplu, kemudian sebagai Duta Besar (Dubes)  Belanda, dan terakhir sebagai Dubes Jepang.
Pulang dari Jepang, beliau aktif di Yayasan Upakara dan Kerukunan Purnakaryawan  Deplu. Jabatan beliau pada saat meninggal adalah sebagai Ketua Umum Kerukunan Purnakaryawan DEPLU.
Pada acara Silaturakhmi tanggal 6 Nopember 2012 beliau minta diganti sebagai Ketua KP dan menunjuk Ibu Musma Abbas sebagai caretekernya karena sakit. Pada bulan Januari 2013 beliau mengadakan acara santunan anak-anak yatim di Masjid al Muhajirin Kompleks Deplu Caraka Bhuana di Cipadu Jurangmangu, namun yang hadir saat itu hanya isterinya saja.

Pada bulan Agustus 2012, sewaktu saya menyelenggarakan Pesantren Kilat Remaja beliau pernah menyumbang/berinfaq secara pribadi untuk mendukung penyelenggaraan pesantren tersebut sebesar Satu Juta Rupiah.
Pada kegiatan-kegiatan bazar ramadhan yang diselenggarakan di Masjid al Muhajirin beliau selalu hadir ditengah-tengah golongan I dan II yang telah pensiunan itu.
Saya salah satu anggota KP DEPLU dan aktif sebagai Ketua Koordinator Wilayah KP DEPLU untuk Wilayah Kompleks DEPLU Caraka Bhuana Cipadu Jurangmangu.

Berkenaan dengan meninggalnya beliau, tidak ada salahnya bila kita ikut mendo'akan arwah beliau "Yaa Allah ampunilah ia akan dosa-dosanya, kasihanilah ia, maafkan ia, lapangkanlah kuburnya, tempatkanlah ia ditempat yang terpuji..allahumaghfirlahu warhamhu wa afihi wa'fu anhu”.







.

Si Kribo Mau Nyapres di Tahun 2014


Sebelum dhuhur aku sempat obrolan dengan si Kribo..Tukang sayur langganan yang suka mangkal dibawah pohon mangga di sebelah rumahku. Ia guyonan  ingin menjadi Capres ah di 2014...kira-kira  bisa nggak ya pakde.. soalnya aku bosen nih... (katanya)...aku jadi tukang sayur melulu sudah 25 tahun... jadi tukang sayur miskin melulu...(katanya). Aku bilang bisa... kenapa nggak…asal ada partai yang mendukungnya...wah saya nggak punya partai gimana ya..(katanya). 
Memangnya sampeyan mau nyapres apa sudah pantas…kataku...mending nyaleg aja daripada nyapres… terlalu tinggi…, saya pengin ngerubah Indonesia pakde..agar menjadi Negara yang bebas korupsi … aku ketawa he…he…he…ya uwis nanti ta' dukung kataku…benar ya pakde...
Besoknya aku bertanya lagi sama si Kribo...sampeyan mau nyapres apa sudah punya modal...sudah punya partai...atau sudah punya massa..kataku....belum pakde...katanya...ne' ngono nggak usah mimpilah...nanti sampeyan susah sendiri....
Memang modalnya harus berapa pakde...katanya....modalnya nggak cukup satu juta...paling tidak sampeyan harus punya uang yang ennolnya ada sembilan....barulah bisa nyaleg...klo mau nyapres ennolnya mesti duabelas...hah...ennolnya dua belas pakde...katanya...ya iyalah kataku.... udahlah barangkali memang sudah ditakdirkan sampeyan hanya jadi tukang sayur....yang penting sampeyan pernah punya cita-cita menjadi nyapres..he...he...he...