Minggu, 26 Oktober 2014

Harapan di Tahun 1436 Hijrah


Hari ini 1 Muharam 1436h adalah awal tahun baru hijrah :
o   Semoga kita semua diberi kesehatan sehingga kita semua dapat menjalankan tugas-tugas yang diembankan kepada kita.
o   Semoga kita semua sejahtera berlimpahnya rejeki Allah yang diberikan kepada kita sehingga kita dapat memenuhi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

o   Semoga kita semua selalu sehat wal afiat sehingga kita dapat beraktivitas tanpa ada keluhan.

o   Semoga kita lebih meningkatkan IMTAQ kita kepada Allah sebagai bukti

penghambaan diri kita kepada yang maha pemberi hidup.

o   Semoga penghambaan diri kita kepada Allah semakin meningkat tiada waktu yang tertinggal.

o   Semoga pada tahun ini kita lebih bersemangat melaksanakan shalat dhuha dan tahajud dari tahun-tahun yang telah lalu.

o   Semoga yang puasanya masih bolong-bolong di tahun lalu ditahun ini mulai  dicoba untuk ditutupi.

o   Semoga orang-orang islam yang belum menjalani puasa ditahun lalu ditahun ini mulai menyadari tentang kewajibannya.

o   Semoga yang belum bisa membaca Qur’an ditahun ini mulai tergerak untuk belajar membaca Qur’an.

o   Semoga yang ditahun lalu pernah melakukan kesyirikan kepada Allah SWT ditahun ini sudah mulai bertobat.

o   Semoga kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang taat melaksanakan kewajiban sebagaimana yang diperintahnya.

o   Semoga kita dapat menjalan Sunnah Nabi SAW sebagaimana anjurannya.

o   Semoga kita semua menjauhi penyelenggaraan ritual yang tidak dianjurkan sesuai Sunnah Nabi SAW.

o   Semoga tahun ini bagi yang suka melaksanakan ritual bid’ah tidak lagi melaksanakan ritual bid’ah yang tidak jelas dalilnya.

o   Semoga tahun ini kita dapat bersedekah, berinfaq, dan memberi sumbangan lebih banyak lagi kepada lembaga-lembaga pendidikan, yayasan dhuafa, pengasuh anak-anak yatim/yatim piatu, dan orang-orang yang membutuhkannya.

o   Semoga mereka yang belum mendapatkan jodoh ditahun lalu segera mendapatkan jodohnya ditahun ini.

o   Semoga yang akan melakukan pernikahan Allah berikan rejeki yang

banyak sehingga rencananya dapat segera terealisasi.

o   Semoga yang masih menjadi janda/duda dapat segera menikah lagi agar tidak kesepian dalam menjalani hari-hari panjangnya sendirian.

o   Semoga yang belum memiliki rumah tinggal dapat segera membeli rumah yang menjadi idamannya.

 

o   Semoga yang belum punya mantu tahun ini segera mempunyai mantu.

o   Semoga yang belum punya momongan tahun ini segera diberi momongan.

o   Semoga yang belum belum punya cucu ditahun lalu segera mendapatkan

cucu.

o   Semoga yang masih sakit dan dirawat dirumah sakit dapat segera sembuh dan dapat berkumpul kembali dengan isteri/suami, anak-anak, keluarga dan sanak familinya.

o   Semoga tidak ada lagi orang-orang yang putus ada dalam menghadapi

kehidupan yang berat ini.

o   Semoga yang masih mencari pekerjaan segera mendapat pekerjaan yang didambakannya.

o   Semoga yang terkena PHK segera mendapat pekerjaannya kembali.

o   Semoga pegawai yang gajinya kecil pada tahun lalu ditahun ini ada kenaikan gaji sehingga dapat memenuhi untuk biaya kehidupan keluarganya.

o   Semoga para pedagang asongan, pedagang keliling dan yang mangkal dagangannya laris dan mempunyai banyak keuntungan.

o   Semoga yang belum disiplin dalam melaksanakan tugasnya menjadi pegawai yang disiplin dan penuh dedikasi.

o   Semoga semua pejabat yang duduk di lembaga-lembaga legislative, yudikatif, eksekutif, auditor, keuangan, dan penegak hukum bekerja sesuai dengan tugas dan profesinya.

o   Semoga anggota dpr yang sekarang ini tidak lagi seperti anak-anak tk tetapi sudah naik attitudenya menjadi anak-anak sekolah tingkat sd.

o   Semoga janji-janji anggota legislative waktu kampanye lalu benar-benar membawa aspirasi rakyat  yang mendukungnya.

o   Semoga janji-janji presiden yang diucapkan waktu kampanye menjadi kenyataan.

o   Semoga tahun ini hujan tidak menimbulkan bencana banjir.

o   Semoga tahun ini para pengendara kendaraan mulai sadar pentingnya berdisiplin dijalan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi kemacetan dijalan sehingga orang-orang tidak menjadi stress.

o   Semoga kita tidak menjadi orang asing dinegara sendiri.

o   Semoga tahun ini lebih baik lagi dari dari tahun yang telah lewat.

o   Semoga tahun ini semua unsur aparatur Negara lebih terfokus kepada pentingnya menjaga kewibawaan Negara dan terwujudnya NKRI.

o   Semoga tahun ini tidak adalagi tawuran kelompok masyarakat perkotaan atau pedesaan.

o   Semoga tahun ini anak-anak sekolah tidak lagi tawuran yang mengakibat kecelakaan dan korban jiwa.

o   Semoga tidak ada lagi mahasiswa yang melakukan demonstrasi secara destruktif dan merusak tempat-tempat bersejarah.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang ditolak untuk berobat dan menjadi terlantar dirumah sakit.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi peperangan antar suku atau etnis.

o   Semoga tahun ini tidak adalagi orang-orang yang menderita busung lapar.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang miskin yang menjadi pengemis di jalan-jalan protocol di perkotaan terutama di kota Jakarta.

o   Semoga tahun ini semua orang menjadi kaya, kaya akan harta dan kaya hati.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi yang menjadi pengemis.

o   Semoga tahun ini tidak lagi terjadi KDRT.

o   Semoga tahun ini semua pejabat tidak lagi mempunyai hobby korupsi.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi yang berprofesi sebagai maling, penjambret, gali, tukang kepruk, penodong dan pembunuh bayaran.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang yang suka membunuh dan melakukan muntilasi.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang  yang tidur bersama istri orang lain atau tetangganya.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang yang tidur diemperan toko atau dibawah jalan layang.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang tua yang menghamili anak kandungnya sediri.

o   Semoga tahun ini tidak ada istri/suami yang meninggalkan rumah hanya untuk menjadi tki/tkw di luar negeri.

o   Semoga tahun ini semua pejabat mulai dari pegawai kecil sampai pejabat tinggi tidak ada lagi yang korupsi.

o   Semoga tahun ini para kyai, dai, ustadz atau ustadzh tidak lagi membohongi umatnya dengan ceramah yang dibumbui dengan ceritera subhat dan menggunakan dalil-dalil palsu.

o   Semoga tahun ini aparatur penegak hukum dapat menjalankan tugasnya sesuai sop-nya.

o   Semoga tidak ada lagi hakim-hakim yang suka disuap.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi anak-anak sekolah yang lulus dengan cara menyontek.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi guru-guru yang memanfaatkan waktunya untuk mencari tambahan rejeki dengan memaksa murid-muridnya les privat kepadanya.

o   Semogaa tahun ini banyak orang-orang miskin yang menjadi kaya.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang yang susah, menderita, dan miskin sehingga kehidupan ini merata kesejahteraanya.

o   Semoga tahun ini tidak adalagi anak-anak yang tidak bersekolah karena mahalnya biaya pendidikan.

o   Semoga tahun ini banyak lowongan pekerjaan diperusahaan yang dapat diisi oleh para pencari kerja.

o   Semoga tahun ini tidak adalagi pengangguran baik didesa maupun diperkotaan.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang perempuan yang menjual syahwat dan kenikmatan.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang yang terlibat dengan barang-barang haram seperti narkoba, ektasy, dan miras.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang yang mabok dan mati karena minum miras oplosan.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi pemerasan dan  pemerkosaan hak yang dilakukan oleh oknum-oknum bayaran.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi preman-preman yang bergentayangan di kampung-kampung dan perumahan yang suka memalak orang yang lagi membangun rumah.

o   Semoga tahun ini banyak anak-anak muda yang tertarik pada agamanya dan mau mengaji untuk menambah pengetahuannya.

o   Semoga tahun ini banyak anak-anak perempuan islam yang sudah baligh memakai jibab.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi ibu-ibu rumah tangga kesepian yang suka mejeng di plaza-plaza atau di mall-mall untuk menjerat anak-anak muda yang bisa memuaskan dahaga sexnya.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang  tua yang menjadi hidung belang yang mencari anak-anak perempuan dibawah umur  atau ibu-ibu rumah tangga kesepian yang bisa memuaskan dahaga sexnya dengan bayaran karena uang.

o   Semoga tahun ini banyak orang-orang yang menyadari bahwa sex bebas itu adalah perbuatan yang melanggar agama yang dianutnya.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang-orang yang menjadi stress karena tidak ditunjuk presiden menjadi menteri.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi pejabat yang bercita-cita untuk mendirikan Negara di NKRI.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi orang yang menjadi trouble maker atau provokator menghasut pecahnya NKRI.

o   Semoga tahun ini tidak ada orang yang sakit hati karena tidak terpilih untuk menjadi menteri.

o   Semoga tahun ini KPK lebih giat lagi untuk memburu para KORUPTOR yang sangat merugikan Negara RI.

o   Semoga tahun ini banyak hakim-hakim yang tidak silau dengan uang suap.

o   Semoga tahun ini banyak hakim-hakim dan penegak hukum yang menjalankan tugasnya dengan jujur dan sesuai dengan profesinya.

o   Semoga tahun ini Jakarta bebas dari asap knalpot dan ASAP ROKOK.

o   Semoga tahun ini ini Jakarta betul-betul aman, nyaman, tenteram dan bebas bebas dari orang-orang yang memiliki profesi sebagai pencopet, perampok, begal, pencuri, tukang-tukang gali dan preman-preman.

o   Semoga tahun ini Jakarta menjadi obyek dan tempat tujuan turis dunia yang bebas dari kemacetan, kebisingan, dan polusi udara yang beracun.

o   Semoga tahun ini masyarakat sadar untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

o   Semoga tahun ini tidak ada kenaikan harga bbm, listrik, gas elpiji, dan sembako.

o   Semoga tahun ini lebih sejahtera sehingga para penggali kubur tidak berdoa untuk kematian seseorang.

o   Semoga tahun ini lebih sejahtera sehingga tidak terlihat GEPENG yang mencari kehidupan dilampu-lampu merah, di pelataran mall/plaza dan restoran pinggir jalan.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi rumah-rumah kumuh dibawah fly over, di pinggir-pinggir kali, di pinggir jalan kereta api, dan dipinggir-pinggir tembok kompleks perumahan.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi pamong desa yang memanfaatkan kedudukannya untuk mempersulit pelayanan kepada masyarakatnya agar mendapat imbalan uang.

o   Semoga tahun ini banyak guru-guru yang lebih baik lagi mentalnya dan tidak merusak nilai-nilai susila muridnya.

o   Semoga tahun ini semua semua orang menyadari akan pentingnya toleransi dan saling menghormati.

o   Semoga tahun ini rumah-rumah sakit melayani pasiennya dengan baik dan tidak membedakan status.

o   Semoga tahun ini pelayan masyarakat lebih melayani kepentingan masyarakat ketibang harus mencari tipnya lebih dahulu NO TIP NO SERVICE.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi calo-calo yang mencari keuntungan di lembaga-lembaga tertentu.

o   Semoga tidak ada lagi orang-orang  yang merasa lebih hebat dari orang lain, lebih tinggi derajatnya dari orang lain, dan membuat kasta-kasta.

o   Semoga tahun ini penghormatan dan penghargaan kepada HAM lebih tranparansi  dan terbuka.

o   Semoga tahun ini Negara RI tidak lagi mengirimkan TKW untuk menjadi babu-babu dinegara orang.

o   Semoga tahun ini Negara RI tidak lagi mengirimkan TKI untuk menjadi pekerja-pekerja 3D dinegara orang.

o   Semoga tahun ini Negara RI mengirimkan TKI/TKW yang berpendidikan, terampil, professional dan dapat bersaing dengan pekerja-pekerja lainnya dari Negara pesaing di luar negeri.

o   Semoga tahun ini Negara RI menjadi Negara yang diakui sdmnya berkwalitas karena meratanya pendidikan 12 tahun bagi warganya.

o   Semoga tahun ini merupakan awal pemerintahan RI yang jujur, bersih, berkomitmen dan mempunyai integritas.

o   Semoga tahun ini semua warga dipedesaan telah dapat menikmati penerangan listrik.

o   Semoga tahun ini semua jalan-jalan Negara didaerah-daerah diperbaiki dan tidak banyak lagi yang berlobang dan rusak.

o   Semoga tahun ini masyarakat yang tinggal diperbatasan-perbatasan negara merasa diperhatikan dan dapat menikmati kesejahteraan sebagaimana yang lainnya.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi warga yang kekurangan sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan.

o   Semoga tahun ini tidak ada lagi kelompok-kelompok organisasi yang ekstrim, radikal dan suka membuat keonaran.

o   Semoga tahun ini penyebaran pembangunan dapat diwujudkan sampai ke daerah-daerah sehingga pencari kerja tidak tumplek datang ke di Jakarta.

o   Semoga tahun ini Jakarta benar-benar menjadi kota majemuk dari berbagai suku dan etnis yang mempunyai toleransi tinggi.

o   Semoga mulai tahun ini Indonesia menjadi Negara yang cemerlang, gemilang dan terbilang.

 

o   HAPPY NEW YEAR 1 MUHARAM 1436H MAY ALLAH BLESS US ALL.

 


 


 


 

Yang Terpilih Menjadi Pimpinan


Orang-orang hebat adalah orang-orang  yang pada saat pemilihan menteri, wamen, dirjen, atau duta besar dia tidak merasa sakit hati, kecewa, atau prustasi karena tidak terpilih oleh presiden untuk menduduki jabatan tersebut. Ia melihatnya sebagai kebaikan karena saat ini tidak terpilih menjadi menteri untuk memimpin suatu departemen. Sekalipun namanya telah mencuat dan beredar di kalangan masyarakat dan menjadi bahan pergujingan diantara lingkungan pertemanannya.  Ia tidak merasa malu, kecil hati, atau menarik diri dari lingkungannya karena namanya tidak terpilih.

 Namun ada diantara mereka karena tidak terpilih menjadi pimpinan kemudian mereka membentuk kelompok tertentu menjadi rivalnya dan membuat oposisi. Bahkan dengan sengaja membuat keonaran, memprovokasi, dan melakukan kegiatan-kegiatan yang destruktif. Atau membayar oknum-oknum tertentu untuk sengaja melakukan penjegalan atas kebijakan yang telah ditetapkan presiden atau pembuat keputusan.

Orang-orang yang mempunyai hati nurani, arif, dan selalu berprasangka baik, apabila namanya tidak terpilih untuk menjadi pimpinan suatu organisasi kementerian atau lembaga, ia segera bermuhasabah bahwa barangkali Allah memang belum memberikan kepercayaan kepadanya. Mereka beristighfar dan memuji kebesaran Allah, serta mendo’akan kepada teman-temannya yang terpilih itu agar dalam melaksanakan program pemerintah yang diembannya itu berjalan lancar dan sukses. Ia tidak merasa sakit hati, tersisihkan, atau tereliminasi dari lingkungannya, tetapi berkomitmen mendukung program dan kebijakan temannya itu yang kini menjadi pimpinannya itu.

Dalam satu riwayat pernah Nabi SAW menasihati seorang sahabat Abdurrahman bin Samurah r.a yang berkaitan dengan jabatan :  “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberi tanpa memintanya niscaya engkau akan ditolong (oleh Allah Ta'ala dengan diberi taufik kepada kebenaran). Namun jika diserahkan kepadamu karena permintaanmu niscaya akan dibebankan kepadamu (tidak akan ditolong)” (HR. Bukhari dan Muslim).

Setiap orang dipastikan mempunyai ambisi untuk menjadi seorang pemimpin. Karena menjadi pemimpin disuatu organisasi departemen, lembaga atau institusi memudahkannya untuk memenuhi tuntutan hawa nafsunya antara lain ingin menjadi populer, ingin menjadi terkenal, ingin mendapat penghormatan dari orang lain, merasa kedudukan atau status sosialnya yang tinggi, menyombongkan diri dan ingin dipuji, dapat memerintah dan menguasai, dapat menambah harta kekayaan, kemewahan serta kemegahan.

Islam tidak pernah sembarangan dalam memilih seorang pemimpin atau penguasa, apalagi seseorang yang datang menyodorkan dirinya untuk diangkat menjadi seorang pemimpin. Hadits di atas menunjukkan, petunjuk dari Nabi SAW kepada ummatnya agar tidak meminta-minta untuk menjadi pemimpin, penguasa atau pejabat. Karena menjadi pemimpin itu adalah pemegang amanah. Ia harus menjalankan amanah itu sebagaimana mestinya.

“Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya” (Al hadist). “Tiap-tiap diri bertangung jawab atas apa yang telah diperbuatnya” ( QS Al-Mudatstsi : 38). “Dan tidak lah seorang membuat dosa melainkan kemudhratannya kembali kepada dirinya sendiri dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” (QS Al- Anam :164). “Kami menuliskan apa-apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan” (QS Yasin : 12). Menjadi pemimpin di level apapun maka Allah akan meminta pertanggungjawabannya diakherat kelak. Akankah kita akan menjadi pemimpin yang amanah?.

Orang-orang yang terpilih atau dipilih untuk menjadi pemimpin adalah orang-orang yang dinilai dapat menjalankan amanah, cakap, mempunyai integritas, jujur, bersih, komitmen dan profesional dalam profesinya. Tidak berniat untuk menjadi seorang KORUPTOR atau memperkaya diri, tetapi mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang aman, sejahtera, adil dengan berpedoman kepada  Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

 

Minggu, 22 Juni 2014

Menganggap Orang Lain Bodoh

Jika kita telah pensiun, dan hidup dalam lingkungan masyarakat yang kita sudah mengenalnya sejak muda, janganlah kita merasa dan menganggap bahwa diri kita itu orang yang paling pintar, paling tahu, paling mengerti, dan paling menguasai permasalahan, sehingga menganggap semua orang yang kita kenal itu berada dibawah kita.

Padahal, belum tentu pengetahuan yang kita miliki  itu berada diatas pengetahuan mereka. Walaupun kita pernah sebagai mantan pejabat, banyak teman-teman pejabat, dekat dengan penguasa dan orang-orang penting, apalagi pernah keluar negeri, maka kita merasa bahwa posisi kita diatas mereka. Sehingga sikap yang keluar dari diri kita adalah kesombongan, keangkuhan, kecongkakan, ujub, ghuluw, meminta orang lain agar memberi penghormatan, meminta orang lain agar memberi sanjungan, dan menganggap semua orang yang berada dilingkungannya, berada dibawahnya, dan semua bisa didikte.

Jika diantara orang-orang yang dianggap bodoh bersatu, dan membiarkan atau mengacuhkan kepongahan kita, maka harga diri kita telah jatuh dan kita tidak lagi punya teman, kawan atau sahabat. Masyarakat mulai menilai, atas perilaku dan kelakuan yang kita perbuat terhadap mereka, dan mereka mulai mengkritisi apa yang pernah kita ucapkan, maka semua orang akan mencibirkan kita, mencemoohkan kita, dan mengasingkan kita dari lingkungan yang selama ini kita anggap mereka dibawah kita. Kita lupa bahwa setiap orang mempunyai kesempatan untuk meng-aktualisasi diri atas pengetahuannya, sikapnya, dan perilakunya agar tidak dikatakan bodoh atau kurang pendidikan. Sementara kita terbuai dalam mimpi-mimpi indah dan angan-angan yang tinggi agar semua orang selalu menghormati dan melayani kita. Tapi yang kita peroleh hasilnya adalah sebuah kekecewaan, kegalauan, dan diasingkan oleh lingkungan masyarakat yang justru kita buat sendiri.

 

 

Salah Satu Ciri Orang Munafik Suka Iri dan Dengki

Orang bijak bilang :

“Dalam kehidupan dimasyarakat yang majemuk banyak orang yang suka memakai topeng untuk menutupi dirinya agar orang lain menilai bahwa apa yang ia lakukan, atau yang ia kerjakan dalam kegiatannya sehari-hari ingin nampak baik, berbuat baik, suci, jujur, alim, tidak suka bohong, tidak suka menipu, tidak suka memfitnah, tidak suka memprovokasi, mencari-cari kesalahan orang lain, atau tidak suka menceriterakan keburukan orang lain. Kalau berbicara layaknya lemah lembut ingin didengar, atau kalau menasehati hendaknya apa yang keluar dari mulutnya dituruti. Kalau bergaul dalam masyarakat lingkungannya sepertinya dialah orang yang paling tahu segalanya. Semua upaya dilakukannya dengan mengemas tuturkata dan tingkah lakunya yang seolah-olah itulah karakternya atau pribadinya.
Orang-orang ini sebenarnya menyembunyikan topengnya dibalik kebusukan hatinya bahwa apa yang diperbuatnya seolah merupakan kebaikan. Padahal apabila ia menyadari akan perbuatannya, ia akan merasa malu dan takut akan mendapat ancaman dari Allah SWT sebagaimana firman-Nya yang disebut dalam Qur’an di surat Al Munafikun ayat 4.

Bagi orang-orang yang mempunyai sifat iri dan dengki, apabila ada seseorang yang mempunyai konsep, proposal, atau idea untuk kegiatan perbuatan baik bagi banyak orang, segera dipotongnya, dan bahkan dijegalnya. Orang-orang yang mempunyai karakter seperti ini sama sekali tidak senang atau tidak suka untuk mendukungnya, apalagi memberikan apresiasi atas prestasi yang dicapainya. Padahal apa yang dilakukan seseorang itu hanya untuk mewujudkan keinginannya bagi kepentingan orang banyak seperti menjadi sponsor untuk kerja bakti kebersihan lingkungan, mengadakan ceramah agama dalam upaya membuka wawasan pemahaman agama, mengadakan pencerahan umum mengenai sesuatu masalah, mensponsori kegiatan sunatan masal, mengadakan bakti sosial kesehatan gratis, meningkatkan pendidikan masyarakat, dan atau menciptakan kegiatan yang bermanfaat bagi kepentingan umum.
Orang-orang yang tidak suka akan kegiatan yang dilakukan oleh orang lain itu akan mengatakan bahwa apa yang diperbuat orang lain itu adalah semata-mata untuk mencari ketenaran, mencari keuntungan pribadi dengan berkedok kepada kegiatan yang dilakukan untuk kepentingan orang banyak, dan atau untuk mencari dukungan massa bagi kepentingan pribadinya dalam berkiprah dimasyarakat. Semua kegiatan baik itu, oleh orang-orang yang tidak suka, hanya dipandang sebelah mata saja. Ia mengatakan kepada orang-orang yang ada disekelilingnya bahwa ia mampu untuk berbuat seperti itu. Maka timbulah didalam hatinya rasa kesombongannya, kepongahannya, keangkuhannya, dan arogansinya. Iapun memandang rendah kepada semua orang yang ada dibawahnya atau yang ada disekelilingnya.

Orang-orang seperti ini sebenarnya lupa bahwa apa yang diperbuatnya itu akan mendapat ancaman dari Allah SWT sesuai firman-Nya sebagaimana disebut dalam Qur’an di surat Al Baqarah ayat 10.
Di sisi lain, sebagian orang yang suka iri dan dengki tidak senang melihat kegiatan kebaikan itu terlaksana. Mereka berusaha untuk menghasut orang lain agar memboikot kegiatan dengan menyebar fitnah untuk menjegal kegiatan yang bersifat kebaikan itu  batal dilaksanakan, atau tidak terwujudkan. Sementara itu ia tersenyum dan menepuk dada melihat usahanya untuk memprovokasi orang-orang lain itu berhasil. Karena memang ia tidak senang kalau kegiatan kebaikan yang dilakukan orang lain itu berhasil dilaksanakan. Ia merasa panas hatinya, ia merasa kecewa, karena ia merasa dilewatkan oleh orang lain. Sehingga iapun berusaha mencari kawan atau teman yang seprofesi untuk menggagalkan kegiatan yang dilakukan seseorang itu dengan seolah-olah menjadi pendukungnya. Padahal ia berusaha dengan membuat strategi jahatnya untuk menjatuhkan atau menghancurkan program dan kegiatan seseorang. Ia akan senang melihat kegagalan orang lain. Ia akan tersenyum atas keberhasilan menjegal orang lain, dan Iapun akan bahagia atas keberhasilannya dalam menggagal misi, tugas atau pekerjaan orang lain.

Orang-orang ini sebenarnya tahu bahwa apa yang diperbuatnya itu akan mendapat ancaman dari Allah SWT di dalam Qur’an di surat An Nisa ayat 145. Namun, karena ketidak-senangannya kepada orang lain, atau karena kebenciannya pada seseorang, maka ancaman tersebut terlupakan oleh hawa nafsunya.

Sebagian yang lain yaitu orang-orang yang tidak ber-su’udzon kepada seseorang menilai bahwa seharusnya memberikan apresiasi dan dukungan atas usaha dan upaya yang dilakukan itu. Sesuai proposal atau konsep yang disusun dimana telah jelas tujuannya, maka kegiatan itu diprogramkan untuk kemaslahatan umum untuk berbuat kebaikan bagi banyak orang tanpa pamrih, tanpa mengharap gaji, dan tanpa mencari keuntungan bagi dirinya. Kegiatan yang dilakukan itu semata-mata hanya untuk kepentingan orang banyak. Orang-orang yang ikhlas dan berhusnudzon ini akan selalu memberikan dukungan dan apresiasinya bagi kegiatan yang berdampak pada perbuatan baik. Karena perbuatan baik itu merupakan investasi pahala buat amalan masa depan, sehingga semua perbuatan baik itu selalu didukungnya.
Bagi orang-orang yang ikhlas dan suka mendukung kegiatan baik untuk orang banyak, mereka akan diberi ganjaran pahala, sebagaimana firman Allas SWT dalam Qur’an di surat Al Isra ayat 37.

Dalam perjalanan waktu, perbuatan baik untuk kemaslahatan umum dan  bagi kepentingan orang banyak itu terwujud, walaupun banyak tantangan, dan kritikan dalam upaya melaksanakan kegiatannya itu. Karena niat misi-nya itu semata-mata hanya untuk mencari keridhaan Allah, maka orang-orang yang mempunyai hati bersih tetap mendukungnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa di antara kalian yang mampu memberi kemanfaatan bagi saudaranya, maka hendaknya dia lakukan”. (Hadits diriwayatkan oleh Jabir radhiallahu ‘anhu).

Inilah acuan yang dijadikan pegangan bagi orang-orang yang suka berbuat kebaikan, walaupun banyak orang yang tidak suka. Dari banyak orang yang tidak suka,  namun masih ada orang-orang disekitarnya yang mendukungnya, maka kegiatan kebaikan itu dapat berjalan.
Sungguh kita semua ini diingatkan, kalaulah memang kita tidak mampu untuk melakukan kebaikan bagi banyak orang, janganlah kita suka menjegalnya, memboikot, dan menyebarkan fitnah. Berilah dukungan dan apresiasi kepada seseorang yang memang mampu untuk mengorganisir suatu kegiatan. Janganlah kita menjadi provokator, motivator, atau inisiator untuk menggagalkan program kegiatan seseorang yang dinilai orang banyak sangat bermanfaat. Inilah salah satu ciri orang-orang munafik yang ada disekitar kita yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Waspadalah”.

Jangan Suka Memprovokasi Orang Lain

Orang bijak bilang :
 “Kenapa orang suka mengeritik, menjelekan, mendiskreditkan dan memfitnah seseorang, apabila melihat orang lain berbuat kebaikan, sementara kita tidak dapat melakukan apa-apa. Padahal perbuatan kebaikan yang dilakukan seseorang itu sama sekali tidak merugikan kita, bahkan kegiatan itu dapat membuat orang lain ikut memperoleh keuntungan berupa amal kebajikan sebagai investasi pahala yang dikumpulkan untuk bekal dimasa datang buat kehidupan kita. Karena itu, janganlah kita suka memprovokasi mengajak orang lain untuk membeci seseorang yang tidak kita sukai agar orang lain juga turut membencinya. Janganlah kita suka meremehkan orang lain atas kemampuannya untuk berbuat kebaikan bagi kemaslahatan umum, sementara kita tidak mampu untuk melakukannya. Seharusnya kita mendukung, mensupportnya dan memberikan apresiasi kepadanya. Jika kita suka mengeritiknya dan kebencian yang kita perlihatkan, maka itulah salah satu ciri dari kemunafikan kita yang kita tonjolkan kepada orang lain”.