Senin, 21 April 2014

Bersedekah Untuk Diri Sendiri

Banyak jalan menuju surga. Bahkan Rasulullah SAW mengingatkan kita agar kita berlomba-lomba untuk menggapai surga dengan amalan dan kebaikan. Begitu banyaknya jalan menuju surga sehingga hampir semua kegiatan yang baik akan melancarkan jalan ke Surga. Ada sebuah hadist yang menyebutkan bahwa tiga amalan pokok yang pahala amalannya itu tetap diberikan kepada kita (atau kepada pelakunya), meski pelakunya telah meninggal dunia atau dikuburkan sampai datangnya hari kiamat.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah bersabda “jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu SEDEKAH JARIAH, ILMU YANG BERMANFAAT, atau Doa anak yang shaleh”.

Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW menambahkan tiga amalan yang termasuk ke dalam amalan yang pahalanya tidak akan berhenti sekalipun orang yang melakukannya jasadnya telah dikuburkan. Rasulullah SAW bersabda “SESUNGGUHNYA, AMAL DAN KEBAIKAN YANG TERUS MENERUS MENGIRINGI SESEORANG KETIKA MENINGGAL DUNIA adalah ilmu yang bermanfaat, anak yang dididik agar menjadi orang yang shaleh, mewakafkan Al Qur’an, membangun masjid, membangun tempat penginapan bagi para musafir, membuat irigasi, dan bersedekah”.

Bersedekah tidak harus besar. Bersedekah dengan meng-infaq-kan sejumlah harta kekayaan dengan maksud riya agar dilihat orang akan tidak mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT, bahkan tidak berarti apa-apa atau sia-sia. Akan tetapi, BERINFAQ UNTUK MEMBELANJAKAN SESUATU UNTUK KEBAIKAN BANYAK ORANG TETAPI DILAKUKAN DENGAN IKHLAS, INSYA ALLAH AMALAN KEBAIKAN ITU PAHALANYA AKAN MENGALIR KEPADA YANG BERSANGKUTAN SEKALIPUN  JASADNYA TELAH DIKUBURKAN (lihat QS Al Baqarah ayat 261).

BEBERAPA AMALAN KEBAIKAN YANG DILAKUKAN SESEORANG SEBELUM YANG BERSANGKUTAN MENINGGAL DUNIA DAN INSYA ALLAH YANG GANJARAN PAHALANYA AKAN TERUS MENGALIR KEPADA KITA SEKALIPUN KITA TELAH MENINGGAL DUNIA IALAH :

1.       menyebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat dengan cara mengajarkannya, dan MENULIS TULISAN YANG BERMANFAAT BAGI MANUSIA.
2.       mempunyai anak shaleh yang dapat mendo’akan orang tuanya.
3.       SEDEKAH JARIAH ATAU MEWAKAFKAN HARTA UNTUK AMAL-AMAL KEBAIKAN seperti pembangunan madrasah/sekolah agama Islam, pembangunan rumah penampungan anak-anak yatim piatu, pembangunan jalan-jalan, pembangunan rumah sakit, dan yayasan yang bergerak dibidang pendidikan umat dan kemaslahatan umum.
4.       menanam pohon kurma atau pohon-pohon lainnya yang buahnya dapat dimanfaatkan atau dinikmati oleh orang atau binatang.
5.       MEWAKAFKAN BUKU-BUKU, kitab atau al qur’an.
6.       Jihad fi sabilillah, berjuang dan membela tanah air.
7.       membuat sumur untuk kebutuhan kaum muslimin.
8.       membuat saluran irigasi untuk persawahan.
9.       membangun tempat penginapan bagi para musafir.
10.    membangun tempat ibadah dan belajar.

Dari sebanyak sepuluh amalan kebaikan diatas, AMALAN MANAKAH YANG SUDAH KITA KERJAKAN? Kalau belum, mumpung kita masih diberi rejeki dan diberi kesempatan, bolehlah kita mengerjakan salah satu diantaranya untuk kebaikan diri kita sendiri, untuk isteri kita, anak kita maupun untuk keluarga kita.

Kita dianjurkan untuk berbuat kebaikan diantara lingkungan kita tinggal, jangan sampai kita terlena tidur sementara tetangga kita masih belum bisa tidur karena kelaparan atau tidak makan.

Seorang yang telah meninggal dunia, maka terhentilah amal perbuatannya dan terputuslah aliran pahala untuknya, kecuali amal-amal yang diusahakannya sendiri selama hidupnya di dunia. Oleh karena itu, kita diminta untuk selalu bersedekah untuk diri kita sendiri dengan melakukan shalat dhuha, shalat tahajud, bersilaturakhmi, berbuat baik kepada banyak orang dengan amalan dan kebaikan.

Janganlah kita setelah mati mengharap kiriman do’a dan pahala dari orang-orang lain, sementara kita sewaktu kita masih hidup, tidak pernah melakukan apa-apa, tidak pernah shalat, tidak pernah membantu orang-orang miskin yang hidupnya susah dan kelaparan, tidak pernah ikut berpartisipasi dalam membangun pendidikan bagi anak-anak yatim dan dhuafa, tidak pernah ikut membangun rumah ibadah, tidak pernah berbuat amal kebaikan untuk penyebaran dakwah. Tetapi saat kematian keluarganya mengajak orang-orang banyak dilingkungannya untuk tahlilan dan yasinan, yaitu dengan memperingati hari-hari tertentu dari kematian seseorang dengan anggapan bahwa itu dapat membantu perjalanan roh orang yang meninggal menuju akhirat. Padahal hal ini sama sekali tidak pernah dicontohkan dan diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan yang tidak kami perintahkan, maka perbuatan tersebut tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim).  

Hadits ini menunjukkan bahwa mengirim pahala, bacaan al-Qur’an, shalat dan amal-amal lainnya, tidak diperbolehkan dan tidak akan sampai kepada orang yang telah mati, karena bukan termasuk usahanya (lihat  QS An-Najm ayat 39). Inilah pendapat imam asy-Syafi’i dan mayoritas ulama, sebagaimana penjelasan imam an-Nawawi. Pendapat ini didukung oleh tidak adanya anjuran dari Nabi SAW berkenaan mengirimkan hadiah pahala, dan bacaan Al Qur’an kepada mayit, dan juga tidak pernah dilakukan oleh para sahabatnya. Kalau demikian mengapa kita tidak memanfaat waktu kita, kesempatan kita, peluang dan rejeki kita untuk Bersedekah Untuk Diri kita Sendiri ? agar semua tindakan kita berpahala dan mendapat ridhai Allah SWT.

Wallahu’alam bishawab

 Referensi dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar