Kamis, 17 April 2014

Lakukanlah Apa Yang Anda Sukai Asal Ikhlas


LIFE is very SHORT

Lakukanlah apa yang anda sukai selagi anda masih mempunyai waktu atau kesempatan. Tapi jangan untuk berbuat maksiat, selingkuh, atau pergi ketempat remang-remang. Selagi ada waktu dan badan sehat salurkanlah waktu anda untuk melakukan hobi, entah itu wisata, bermain golf, bermain bola, memancing, menonton bioskop, minum kopi, makan makanan favorit, berkebun, bermain catur, berkaraoke, berkumpul dengan teman-teman dan sahabat atau pergi ke festival musik. Semua itu akan memberi kebahagiaan dihati, tapi kegiatan itu tidaklah berdampak pada investasi pahala untuk masa depan.

Sekiranya anda mempunyai waktu luang sebanyak 5 menit dan sempit  gunakanlah waktu itu untuk membaca Al Qur’an walaupun hanya sekedar 2 menit saja. Selebihnya duduklah sejenak, bermuhasabah dan berdzikir untuk  mengingat kebesaran Allah. Karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati atau meninggal dunia, mungkin saja besok pagi, mungkin nanti malam, atau mungkin lima menit ke depan. Sungguh malaikat maut selalu bersama kita dan tidak pernah lalai dalam tugasnya.

LIFE is very SHORT

Apakah kita sudah mempersiapkan untuk menyongsong hari depan yang panjang dan yang tidak ada batas waktunya. Hidup kita ini tidak akan lebih dari satu abad atau 100 tahun lamanya, sementara itu didepan kita perjalanan panjang yang tidak ada batasnya itu menunggu kita. Adakah yang telah kita persiapkan untuk menghadapi hari-hari panjang tersebut.

Seseorang untuk menjadi pejabat dan menduduki kursi Direktur Jenderal, bahkan untuk menjadi anggota dewan perwakilan rakyat dimasa depan, kita harus merancangnya dari sekarang yaitu dengan menyusun langkah-langkah strategi yang harus dilalui. Pertama, mulai dari langkah penting yang menjadi landasan utama yaitu penetapan pendidikan yang harus kita raih, paling tidak lulus dari perguruan tinggi dengan gelar di strata 1, kemudian melanjutkannya lagi dengan pendidikan yang lebih tinggi dan seterusnya.

Selanjutnya berkompetisi masuk instansi pemerintah atau instansi lainnya dan bila telah lulus dari semua persyaratan seleksi termasuk seleksi kesehatan, maka kitapun diterima untuk menjadi pegawai dan bekerja di instansi tersebut. Selanjutnya mengikuti berbagai pendidikan berjenjang yang diselenggarakan oleh instansi yang bersangkutan mulai dari pendidikan pns, adum, spama, spamen, spati, lemhanas dan seterusnya. Sementara jenjang karir mulai dari cpns, pns, kemudian diberi kepercayaan pimpinan untuk menduduki jabatan mulai dari jabatan terendah di eselon V, kemudian naik ke eselon IV, ke eselon III, ke eselon II dan akhirnya ke eselon I. Ini adalah perancangan yang dibuat oleh setiap orang untuk meraih jabatan tertinggi, namun tidak semua orang dapat mencapai ranking yang dicita-citakan  itu dapat tercapai. Selama perjalanan karir itu, tentunya banyak hal yang harus dilalui dan dihadapi oleh seseorang dalam mencapai obsesinya. Hanya orang-orang pilihan sajalah yang dapat meraih jenjang jabatan sampai posisi yang tinggi itu. Namun bagi kebanyakan orang harus menerima dengan legowo atas apa yang telah diterimanya karena memang jumlah jabatan itu sangat terbatas dan hanya kepada orang-orang tertentulah sajalah jabatan itu diberikan atau dicapai.

Jabatan itupun kelak akan berakhir sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk pada keterbatasan umur kita yang kita miliki yaitu berakhir dengan kematian.

LIFE is very SHORT

Kematian merupakan momok atau monster bagi orang-orang yang saat ini sedang menikmati kesuksesannya dalam jabatannya, dalam karirnya, atau sedang mereguk kebahagiannya. Karena kalau boleh berkata jujur atau sejujurnya, tidak ada seorangpun yang mau mati atau merancang sebuah kematian untuk dirinya. Padahal kematian itu akan datang kepada kita setiap waktu dimanapun kita berada. Dan hendaklah kita mempersiap diri untuk sewaktu-waktu malaikat maut itu datang kepada kita.

Malaikat maut akan mendampingi kita setiap waktu dalam hari-hari yang kita lalui. Sebagai contoh dapat kita lihat dilingkungan kita sendiri Antara lain bila terjadi kecelakaan lalu lintas, kecelakaan tabrakan kereta api, kecelakaan jatuhnya pesawat terbang, kecelakaan tenggelamnya kapal laut, musibah banjir bandang, terkena lahar panas gunung meletus, tertimpa atau terimbun tanah longsor, terbenam karena gempa bumi, terbawa arus gelombang tsunami, kebakaran rumah atau gedung, dan lainnya. Karena itu kita diminta untuk selalu waspada, berhati-hati dan selalu mengingat akan datangnya kematian itu.

Kematian bukan hanya karena serangan jantung saja, atau karena penyakit diabetes, masuk angin yang kedalon, penyakit ginjal, penyakit perut, karena melahirkan, atau jatuh dikamar mandi. Tetapi memang, karena umur  kita telah sampai sesuai batas yang telah ditentukan Allah subhana huwata ala. Karena setiap orang telah ditentukan umurnya, jodohnya, rejekinya dan kematiannya sesuai perjanjian yang pernah kita nyatakan kehadapan Allah pada waktu kita berada dalam kandungan perut ibu waktu umur kita 40 hari.

LIFE is very SHORT

Dalam mengarungi hidup ini tentunya kita ingin hidup bahagia, sejahtera, dan selalu senang lahir dan batin. Ingin hidup kaya dengan harta yang berlimpah, mempunyai tabungan dan deposito di bank mana saja, dikelilingi wanita-wanita cantik, teman-sahabat dan kolega, sukses dalam hidup dengan jabatan tinggi, dihormati oleh semua orang. Kita tidak ingin sakit, susah, menderita, kelaparan, kekurangan dan lainnya sehingga akan membelenggu ruang dan waktu kita untuk bergerak dengan leluasa.

Apabila kita memang sudah memiliki segalanya, apakah kita pernah bermuhasabah tentang diri kita dan perbuatan kita selama ini, maka pertanyaan yang muncul “adakah kita telah berbuat kebaikan kepada orang-orang yang ada disekeliling kita” agar kita dikatakan orang baik. Kalau tujuannya hanya ingin dikatakan sebagai orang baik, orang yang suka menolong, orang yang suka memberi, dan minta dido’akan oleh mereka yang telah kita tolong, maka apa yang kita berikan kepada mereka atau orang banyak itu, maka kita beramal tapi belum ikhlas.

Supaya amal kebaikan yang kita berikan kepada banyak orang itu berinfaq kepada ibadah, jadikanlah kita Ikhlas. Insya Allah, perbuatan ini akan menuai pahala, apabila kita ikhlas memberikannya hanya karena Allah semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar