Rabu, 16 April 2014

Untuk Apa Kita Sombong


Orang-orang bijak adalah orang-orang yang apabila di undang dari majlis ilmu, majlis dzikir, majlis taklim, atau panitia peringatan keagamaan yang diselenggarakan di masjid, ia hadir didalamnya, dan apabila ia tidak mengerti atas isi ceramah yang diterimanya,  Ia akan segera bertanya kepada ahlinya dan ia tidak merasa malu untuk bertanya karena ketidak mengertiannya.

Terkadang kita terlalu sombong untuk hadir diundangan tersebut, karena yang hadir itu hanyalah orang-orang kebanyakan saja dan tidak mempunyai kedudukan yang tinggi. Sehingga apabila kita hadir ditempat itu kita akan merasa duduk bersama-sama orang yang tidak mempunyai kedudukan apa-apa, maka hilanglah penghargaan dan prestise yang kita miliki.

Seharusnya kita menyadari tentang status yang kita miliki saat ini, kita hanyalah sebagai orang-orang pensiunan saja buat apalah kita berbangga diri atau bersombongria kalau motor kita yang kita pakai itu saja masih kreditan. Untuk apa kita sombong kalau rumah kita yang kita tempati itu masih ngontrak, dan untuk apa kita sombong kalau kentut kita saja masih bau.

Janganlah kita metutup-tutupi kemunafikan kita dengan kesombongan, padahal diri kita tidak memiliki apa-apa. Dan janganlah kita merasa sombong dengan pengetahuan yang kita miliki, padahal kita tidak pernah punya pengalaman berkeliling ke daerah-daerah provinsi, atau kabupaten, apalagi keliling ke luar negeri.

Untuk apa kita membangga-banggakan kedudukan dan posisi yang pernah kita raih padahal tidak pernah menjadi kenyataan. Kita bilang dengan bangga hati biar orang lain tahu bahwa kita pernah menjadi caleg, atau pernah mencoba menjadi calon anggota dewan, tapi kita tidak terpilih dan tidak mendapat suara. Atau kita tidak merasa malu untuk mengaku-ngaku mempunyai banyak teman pejabat, sementara kita saja tidak pernah lulus dalam pendidikan strata D1.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar