Kamis, 17 April 2014

Posisi Seseorang Yang Mempunyai Ilmu


Jangan lewatkan waktu anda untuk tidak membaca tafsir Qur’an dan hadist walaupun hanya sekedar 60 detik. Dengan membaca itu pengetahuan kita akan bertambah dan wawasan kita akan semakin luas.
Dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki itu kemungkinan saja kita akan menjadi orang yang arif dan bijaksana. Walaupun aksioma itu tidak berarti selalu benar. Namun dalam pergaulan yang kita lihat di masyarakat orang-orang yang arif dan bijaksana itu senantiasa dihormati oleh orang lain.
Barangkali tidak ada salahnya kalau kita bisa menjadi tempat orang bertanya walaupun kita bukan seorang ustad. Tetapi pengetahuan dan wawasan yang miliki melebihi dari mereka.
Dalam salah satu firman Allah di dalam surat Al-Mujādila ayat 58 disebutkan “Hai orang orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu berlapang lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah niccaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya  Allah akan meninggikan orang orang yang beriman diantara kamu dan orang orang yang diberi ilmu pengetahuan  beberapa derajat dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Orang-orang bijak menyebutkan bahwa  orang yang memiliki ilmu pengetahuan, memiliki ketrampilan, memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain, dan memiliki kekayaan merupakan bukti nyata bahwa mereka adalah orang-orang yang mempunyai kedudukan dan derajat yang tinggi bagi yang memilikinya. Rasulullah SAW bersabda: “Tatkala anak adam meninggal dunia maka terputuslah amal perbuatannya kecuali 3 (tiga) perkara yaitu : shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang mau mendoakan kedua orang tuanya.

Tentang menjadi tempat orang bertanya karena kita mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih dan bermanfaat bagi banyak orang, apalagi jika ilmu pengetahuannya itu dapat diwariskan untuk kemaslahatan umum. Meskipun kita telah meninggal dunia  ilmu pengetahuan yang dibaca banyak orang dan bermanfaat baginya dan banyak orang yang mengamalkannya insya Allah orang tersebut akan memperoleh kebaikan yang telah diperbuatnya sebagai suatu amalan kebaikan.

Oleh karenanya Rasulullah pernah berpesan “Jika ingin meraih dunia raihlah dengan ilmu, dan jika ingin meraih akhirat raihlah dengan ilmu, dan jika ingin meraih keduanya maka raihlah dengan ilmu”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar