Senin, 21 April 2014

Waspada Terhadap Teman Sendiri

Siapa yang menanam dialah yang akan menuainya. Tapi bisa jadi siapa yang menanam orang lain yang akan menuainya. Artinya kita tidak akan memperoleh hasil apa yang telah kita perbuat.

Hati kita adalah ladang untuk menanam kebaikan ataupun menanam kejahatan. Apabila kita menanam kebaikan maka kita akan memperoleh atau menuai kebaikan itu dan ganjarannya adalah pahala yang akan kita peroleh di akherat kelak. Apabila hati kita menanam kejahatan suka menggunjing orang lain, suka merendahkan orang lain, suka meremehkan orang lain, suka menfitnah orang lain, suka mengadu domba orang lain, suka iri-benci dan dendam kepada orang lain, suka marah-marah kepada orang lain, maka pada saat itu tidak akan ada kebaikan yang tumbuh di ladang hatimu, bahkan kebaikan yang telah tertanam dihatimu-pun akan sirna pula. Kalau kita suka meng-ungkit-ungkit kebaikan yang pernah kita perbuat pada seseorang atau orang lain. Karenanya janganlah amal-amal kebaikan yang telah kau tumbuhkan diladang hatimu itu menjadi hilang dengan sia-sia.

Tebarkanlah salam dan kasih sayang disekelililingmu maka engkau akan memperoleh teman dan sahabat yang selalu bersamamu. Bahkan mungkin akan menolongmu bila engkau mengalami kesulitan, kesusahan, kecemasan, kekecewaan, kegalauan, ketidak mampuan, kegundahgelanaan,  yang engkau temui dalam perjalanan hidupmu. Dialah teman baik dan sejatimu yang siap membantu dan menolongmu. Tiada keraguan karena ia seiman denganmu.

Janganlah kita merasa bangga dengan teman yang banyak yang bertebaran disekelilingmu, tapi tidak dapat membantu atau menolong kita pada saat kita benar-benar memerlukan bantuannya dalam kesulitan, dimana kita sangat membutuhkan pertolongan mereka. Tapi dia meninggalkan kita dalam kesendirian dan tidak berbuat apa-apa untuk kita.

Dan berhati-hatilah dengan teman seiring sejalan dan seperjuanganmu yang kelihatan baik dihadapanmu tapi dia akan menusuk punggungmu dari belakangmu. Dialah orang-orang munafik yang suka mencari-cari kesalahanmu, yang suka memfitnahmu, dan berusaha menjatuhkanmu karena adanya kepentingan yang tujuannya. Dan engkau diaggapnya sebagai rivalnya yang dapat menghalangi obsesinya dalam mencapai tujuannya itu. Karenanya engkau harus waspada terhadap teman-teman yang ada disekelilingmu”.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar